Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Motif Menggantung Kasus Bunuh Diri Polisi 'Centeng' Pengusaha Jaksel

Motif bunuh diri Brigadir RAT, anggota polisi yang tewas di rumah pengusaha, masih menggantung sampai kini.
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus bunuh diri Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT) masih menyisakan pertanyaan meski Polres Metro Jakarta Selatan telah menutup kasus tersebut. Polisi mengambil kesimpulan Brigadir RAT tewas bunuh diri tanpa mengungkap motifnya.

Sejak awal kasus itu terungkap, polisi seolah tidak menjelaskan secara detail mengenai kronologi dan alasan korban mengakhiri hidupnya. Semula, penyidik Polres Jaksel menyebut bahwa Brigadir RAT mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga.

Namun tak lama berselang, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro, menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami motif kasus tersebut.

"Masih kami dalami untuk motif yang bersangkutan melakukan bunuh diri ini apa, ini masih kami dalami," ujarnya di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/4/2024).

Menariknya, di tengah simpang siur kabar tentang pemicu Brigadir RAT bunuh diri, muncul fakta baru yang diungkapkan oleh Polda Sulawesi Utara. Mereka menyebut bahwa sebelum ditemukan tewas di sebuah mobil Toyota Alphard, Brigadir RAT adalah seorang ajudan atau driver salah satu pengusaha di Jakarta Selatan.

Brigadir RAT disebut telah melakoni tugas sebagai pengawal atau sopir pengusaha itu  sejak 2021 silam. Klaim pihak Polda Sulawesi Utara, tugas itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Polda Sulut bahkan tidak mampu mendeteksi 'penyimpangan' yang dilakukan oleh anggotanya kendati telah berlangsung lebih dari 2 tahun lalu. Buntutnya, Propam Polda Sulut memeriksa Kapolresta dan Kasatlantas Manado.

Di sisi lain, hasil penyelidikan yang Polda Sulut belum jelas. Polisi lagi-lagi tidak menjelaskan alasan Brigadir RAT bisa melakoni tugas sampingannya tanpa terdeteksi, termasuk peran pimpinan yang lalai tidak mengetahui kegiatan anak buahnya bisa bertugas di luar pulau selama sekitar tiga tahun.

"Masih dilakukan pemeriksaan oleh propam ya," ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Michael Irwan Thamsil.

Cerita Warga di TKP

Sejumlah warga sempat bertemu dengan Brigadir RAT beberapa hari sebelum kejadian. Menariknya, warga yang ditemui pada Selasa (30/4/2024), tidak mendengar suara letupan di tempat kejadian perkara (TKP). 

Satu-satunya bukti adalah CCTV di lokasi kejadian. Rekaman CCTV yang berdurasi 4 menit 26 detik itu mengungkap detik-detik terakhir Brigadir RAT. Brigadir RAT diduga berada di dalam mobil Toyota Alphard berwarna hitam dengan nomor polisi DPR. 

Adapun peristiwa itu terjadi di halaman rumah mewah Jalan Mampang Prapatan IV, RT 2/RW 5 No.20, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024). Saat itu, Brigadir Ridhal baru saja mengantarkan satu keluarga ke rumah tersebut.

Tak ada yang aneh, saat mobil Toyota Alphard yang dikemudikan Brigadir RAT masuk ke halaman rumah. Penumpang bergantian keluar dari mobil, ada bayi, anak, seorang hingga pria dewasa.

Usai menurunkan penumpang, mobil tersebut bergeser ke arah gerbang pintu keluar. Di tengah jalan, stop lampu mobil Alphard itu terlihat menyala sekitar satu menit. Hal itu menjadi tanda Brigadir RAT melakukan bunuh diri.

Sekitar 16.24 WIB, terdengar satu kali suara letupan senjata api dari dalam mobil yang dikemudikan Brigadir RAT. Mobil mewah itu kemudian melaju tak terkendali dan sempat mengenai mobil putih di depannya.

Awalnya, satu orang pria dewasa nampak mengecek sumber suara letupan senpi itu. Kaget, pria berbaju biru gelap kemudian memanggil penghuni lainnya, dan langsung mengerubungi mobil Alphard tersebut.

Kemudian, usai melakukan olah TKP Scientific Crime Investigation (SCI) dan memeriksa sejumlah saksi. Kepolisian telah menyimpulkan kasus tersebut merupakan peristiwa murni bunuh diri.

Di TKP, ditemukan senjata HS kaliber 9 mm. Senjata api itu digunakan Brigadir RAT untuk mengakhiri hidupnya dengan menembakkan peluru ke pelipis kanan dan menembus dari pelipis kiri.

TKP Polisi Bunuh Diri
TKP Polisi Bunuh Diri

Bisnis telah berupaya mencari informasi dari beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian. Namun karena lokasi rumah yang cukup besar, serta TKP yang merupakan di kompleks pemukiman mewah dengan ukuran rumah yang cukup besar, tidak banyak informasi orang yang tahu detik-detik peristiwa nahas tersebut. 

Seorang warga, berinisial IM (42), misalnya, mengaku tidak pernah tahu dan menyangka Brigadir RAT melakukan aksi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. IM mengaku sepekan sebelum kejadian dirinya sempat berinteraksi dengan Brigadir RAT.

Dia mengungkapkan bahwa Brigadir RAT tidak menampilkan raut muka yang bermasalah atau sikap yang mencurigakan saat itu. Obrolan bahkan berlangsung santai dan dipenuhi canda dan tawa.

"Kalau saya begini, tahunya di dalam pengawalnya anggota semua, pas kebetulan ada orang kampung juga dari Brimob yang ngawal juga," ujar IM saat ditemui Bisnis.

Kendati demikian, IM menyatakan tidak terlalu mengenal sosok pemilik rumah yang menjadi TKP bunuh diri. Ia hanya mendengar, rumah yang menjadi TKP Brigadir RAT bunuh diri diduga dimiliki oleh pengusaha tambang sukses. Rumah tersebut setiap hari dikawal oleh aparat. 

"Bukan cuma saya semua orang tahu, jam segini misalnya nih makannya disini, inikan di sebelah saya warung di sana warteg, ngopi beli rokok mereka laki semua," tambahnya.

Selain IM, warga lain berinisial S (57) juga membenarkan bahwa rumah milik pengusaha tersebut dikawal ketat oleh anggota kepolisian. "Anggota polisi juga yang jaga semua itu," tutur S.

Ketua RT setempat Daniah mengaku mengetahui rumah TKP adalah milik seseorang bernama Indra. Hanya saja, dia enggan berbicara banyak terkait pemilik rumah itu. Dia juga menyebut rumah tersebut dihuni dua keluarga.

"Saya tidak tahu banyak. Saya belum tahu banyak. Soalnya saya gak berhubungan langsung dengan beliau. Saya taunya kalau ada konfirmasi kaya iuran mah saya langsung ke orang di dalam," ujarnya.

Bisnis telah mencoba menanyakan informasi itu kepada Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Rahmat Ade Idnal dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam. Hanya saja, hingga berita ini dipublikasikan Bisnis belum mendapatkan respons.

Pelat Mobil Alphard Diduga Palsu

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengungkapkan pemilik mobil Toyota Alphard, yang menjadi menjadi TKP Brigadir Ridhal Ali Tomi (RAT) bunuh diri. Mobil tersebut milik seseorang bernama Indra Pratama.

Lokasi TKP Bunuh Diri Brigadir RAT
Lokasi TKP Bunuh Diri Brigadir RAT

Wakil Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam menyatakan pihaknya sudah melakukan verifikasi ke pihak kepolisian terkait pemilik mobil Toyota Alphard itu karena memakai pelat DPR.

"Kita tanya ke polisi pemilik yang pakai 23-12 [pelat nomornya] kemarin siapa, di STNK disebutkan Indra Pratama di Jalan Mampang Prapatan [Jakarta Selatan]," ujar Nazaruddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2024).

Dia menegaskan, Indra memakai pelat palsu DPR. Nazaruddin menjelaskan bahwa pelat nomor pimpinan DPR tidak ada yang melebihi angka 10 di awalnya, sementara pelat nomor Alphard milik Indra berawalan 23.

Oleh sebab itu, legislator asal Aceh ini menyatakan Indra tidak berhubungan apa-apa dengan DPR. Meski demikian, dia mengaku belum tahu pasti siapa sosok Indra ini.

Dalam catatan Bisnis, nama Indra merujuk pada pemilik rumah yang berlokasi di Jalan Mampang Prapatan IV, RT 2/RW 5 No.20, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lokasi itu menjadi TKP Brigadir RAT melakukan bunuh diri. 

"Rumah saya rumah saya, bukan [sewa]," ujar Indra kepada wartawan di kediamannya, Sabtu (27/4/2024).

Dia mengaku sudah kenal dengan Brigadir RAT. Hanya saja, Indra juga mengatakan tidak ada hubungan khusus dengan anggota Polresta Manado itu. 
Brigadir RAT juga disebut baru 1 pekan  berkunjung ke kediamannya sebelum akhirnya ditemukan tewas bunuh diri.

"Tidak ada, tidak ada [mengawal dan kerabat]. Jadi, dia datang ke sini silaturahmi," tambahnya.

Ditutup Tanpa Motif 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengatakan pihaknya telah menyimpulkan kasus tersebut merupakan peristiwa murni bunuh diri.

"Motif masih kami dalami. Masih kami dalami untuk motif yang bersangkutan melakukan bunuh diri ini apa, ini masih kami dalami," ujarnya di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (29/4/2024).

Lebih lanjut, Kepolisian juga menjelaskan soal hasil temuannya dalam kasus ini, seperti penemuan senjata api berkaliber 9mm dan 7 butir peluru di dalam dashboard mobil.

Selanjutnya, dokumen-dokumen milik RA hingga dua ponsel juga ditemukan di TKP. Kepolisian juga menyampaikan Gunshot Residue (GSR) telah ditemukan di telapak, punggung tangan, baju Brigadir RA di bagian pundak.

Selain itu, GSR juga ditemukan pada lubang penghalau cahaya mobil Alphard yang dikendarainya, karpet di bawah kemudi, jendela dan pintu dalam posisi supir ditemukan GSR.

Di samping itu, Tim Puslabfor Mabes Polri, Kompol Irvan menegaskan tidak menemukan DNA selain milik Brigadir RA di TKP kejadian, termasuk pada sejumlah barang bukti.

"Jadi dengan demikian kami tidak menemukan pada senjata api maupun pada selongsong peluru yang menjadi barang bukti, juga di bagian mobil dekat sopir itu tidak ada profil DNA orang lain," tutut Irvan.

Pihak Polres Metro Jaksel juga telah berupaya meyakinkan keluarga korban bahwa Brigadir RAT tewas bunuh diri. Bintoro menuturkan setelah menerima penjelasan, keluarga Brigadir RAT memutuskan untuk menolak melakukan autopsi jenazah. "Jadi setelah mereka mengetahui bahwa ini memang kejadian bunuh diri mereka menolak untuk dilaksanakan kegiatan autopsi,”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper