Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BAN PECAH DI ANCOL: Tukang Tambal Siap Ditelepon

JAKARTA--Bagi anda yang mengalami ban bocor atau kerusakan mesin kendaraan di dalam Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, jangan panik.Karena beberapa teknisi dan tukang tambal ban panggilan berkeliaran setiap harinya di dalam Ancol. Anda tidak perlu mendorong
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 23 Desember 2012  |  21:05 WIB

JAKARTA--Bagi anda yang mengalami ban bocor atau kerusakan mesin kendaraan di dalam Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, jangan panik.Karena beberapa teknisi dan tukang tambal ban panggilan berkeliaran setiap harinya di dalam Ancol. Anda tidak perlu mendorong mobil atau menuntun motor keluar komplek Ancol.Yang perlu anda lakukan adalah bertanya kepada petugas keamanan terdekat dan ceritakan masalah anda. Salah satu petugas keamanan yang ditemui Bisnis memberikan nomor telepon Wawan, salah satu dari sekitar empat orang teknisi panggilan Ancol.Melalui sambungan telepon kita bisa menceritakan masalah kepada Wawan agar dia mempersiapkan peralatan untuk membetulkan kendaraan anda. "Tunggu yah, sekitar 15 menit saya akan sampai sana," ujar Wawan.Wawan datang menggunakan sepeda motor dengan membawa sekotak peralatan montir. Dalam waktu tidak sampai 15 menit, dia sudah mengganti ban dalam belakang motor serta mengisinya dengan angin menggunakan pompa tangan."Saya jamin tekanan anginnya sama dengan pompa kompresor," ujarnya sambil menunjukan ukuran tekanan angin dengan menggunakan sebuah alat.Wawan bisa menambal ban, mengganti ban hingga melakukan perbaikan untuk kerusakan mesin ringan, baik untuk motor dan mobil. Harga yang dia berikan memang lebih mahal daripada bengkel tambal ban pada umumnya.Misalnya, untuk mengganti sebuah ban dalam motor dia mengenakan harga Rp50.000, lebih tinggi dari bengkel lain yang biasa mengenakan Rp25.000--Rp30.000. Namun, bagi pengunjung yang mengalami musibah pecah ban, sedikit mengeluarkan uang lebih banyak tentu tidak jadi masalah.Pria yang sudah enam tahun bekerja informal di dalam Ancol ini mengandalkan petugas keamanan dalam memasarkan jasanya. Dia pernah mengalami manis dan pahitnya bekerja di dalam Ancol, termasuk dicurigai oleh pengunjung sengaja membocorkan ban."Saya pernah dituduh berkomplotan dengan satpam agar bisa dapat pasien tambal ban. Kalau sudah dapat perlakuan seperti itu, saya langsung tinggal dan tidak mau membetulkan meski dibayar mahal," ujarnya. (if)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top