KENAIKAN BBM: Kementerian ESDM Digeruduk Massa HMI

BISNIS.COM, JAKARTA--Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pusat Utara melakukan aksi penolakan kenaikan BBM, Senin (29/04/2013) malam.Aksi dilakukan di sekitaran kantor Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan
Miftahul Khoer | 30 April 2013 00:02 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Pusat Utara melakukan aksi penolakan kenaikan BBM, Senin (29/04/2013) malam.

Aksi dilakukan di sekitaran kantor Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM Jl. Pegangsaan Timur Jakarta.

Masnawi, salah satu orator aksi mengatakan jika pemerintah menaikan harga BBM, berarti melanggar UUD 45  pasal 33 ayat 3 serta UU APBN 2012 pasal 7.

"Kami tolak rencana pemerintah menikan harga BBM karena bakal menyulitkan masyarakat kecil," katanya kepada Bisnis di lokasi demo.

Sebelumnya, pemerintah memiliki konsep dua harga BBM yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Akan tetapi, ternyata rencana tersebut berubah haluan hanya menaikan satu harga saja yang tidak lebih dari Rp6.500 per liter.

Masnawi menambahkan dampak sosial yang ditakutkan ke depan, akan mempengaruhi harga bahan pokok mendasar yang menjadi alat penggerak hidup masyarakat.

"Jika BBM terus naik, maka dampaknya yaitu kaum miskin bakal semakin terpukul," ungkapnya.

Aksi yang dilakukan di tengah jalan tersebut membuat lalu lintas sedikit macet. Terlebih, demonstrasi diiringi pembakaran ban itu tampak membuat pengguna jalan terganggu.

Tag : Harga BBM, hmi, kenaikan, BBM, kenaikan bbm
Editor : Yoseph Pencawan - nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top