Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow...Anggaran Bersihkan Enceng Gondok Rp46 Miliar

Luar biasa...untuk membersihkan enceng gondok, Pemprov DKI anggarkan Rp46 miliar
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 20 Oktober 2013  |  19:14 WIB

Bisnis,com, JAKARTA--Tanaman air enceng gondok yang banyak menutupi sebagian kali ataupun waduk di seputar DKI Jakarta, ternyata bukan persoalan sepele.

Buktinya untuk membersihkan enceng gondok yang mengurangi daya tampung air di kali atau waduk tersebut, Dinas Kebersihan DKI Jakarta harus menyiapkan anggaran hingga Rp46 miliar.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengakui menjelang musim penghujan, pihaknya mempercepat pembersihan eceng gondok di sepanjang sungai Kanal Banjir Timur (KBT) di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.

"Kita anggarkan hingga Rp46 miliar untuk pembersihan sampah dan eceng gondok di waduk dan sungai," katanya seperti dikutip situs Pemprov DKI, beritaJakarta.com, Minggu (20/10/2013).

Menurut Unu, pembersihan sampah dan eceng gondok telah dilakukan sejak 1 Agustus dan ditargetkan rampung akhir Desember 2013.

Dengan begitu, diharapkan bisa mengurangi genangan saat musim penghujan tiba. "Ini kan sampah pada nyangkut, kalau eceng gondok habis, otomatis air juga lancar mengalirnya," katanya.

Selama ini, eceng gondok yang tumbuh subur di sungai dan waduk menyebabkan arus air terhambat. Selain itu eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.

Saat ini di KBT yang memiliki panjang 23,5 kilometer terlihat tertutup eceng gondok. "Ini kira-kira tinggal dua kilometer lagi yang masih harus dibersihkan," ucapnya.

Kepala Unit Pengelola Kebersihan Pesisir dan Pantai DKI Jakarta, Budi Karya Irwanto menambahkan, pembersihan eceng gondok menggunakan kapal sederhana.

Setiap harinya sebanyak 50 meter kubik eceng gondok atau sekitar 9 truk sampah dapat terangkut.

Eceng gondok dan sampah yang terangkut kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

"Kita ada 4 TPS, diantaranya Manggarai, Pluit, dan Pesing. Kemudian sampah yang sudah terkumpul diangkut ke Bantar Gebang. Setiap hari pengambilan sampah dan eceng gondok dilakukan selama 8 jam," katanya.

Selain itu untuk mempercepat proses pembersihan sungai, pihaknya akan menambah 15 kapal sampah berbahan bakar bensin pada akhir tahun ini.

Saat ini, tambah Budi, Dinas Kebersihan DKI baru memiliki lima kapal sampah yang dioperasikan di kali BKT, kali Sunter, dan Waduk Tomang.  (ra) (foto:beritaJakarta.com)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kali pesanggrahan pengerukansungai normalisasi waduk pluit
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top