Tata Kota: Pembangunan Halte Kerap Abaikan Survei Lapangan

Instran menilai pembangunan halte sebagai tempat pemberhentian transportasi umum angkutan jalan selama ini kerap tidak berdasarkan survei lapangan.
Muhamad Hilman | 02 April 2014 18:46 WIB
Ilustrasi-Halte Tugu Tani, lokasi kecelakaan maut yang menewaskan 9 pejalan kaki. - Jibiphoto/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Institut Studi Transportasi (Instran) menilai pembangunan halte sebagai tempat pemberhentian transportasi umum angkutan jalan selama ini kerap tidak berdasarkan survei lapangan.

Ketua Instran Darmaningtyas mengatakan survei lapangan sebelum menentukan lokasi pembangunan halte dibutuhkan untuk mengetahui demand calon pengguna jasa angkutan transportasi.

"Sering kali pendirian halte tidak didasarkan pada survei lapangan di mana penumpang nunggu bisnya," ujarnya, Rabu (2/4/2014).

Kondisi tersebut, katanya, membuat angkutan kota berhenti sembarangan yang mengakibatkan kemacetan.

Menurut Darmaningtyas, ke depan pembangunan halte harus sesuai dengan survei lapangan untuk menetapkan lokasi pembangunan.

"Kecuali kalau tempatnya tidak memungkinkan. Banyak orang menunggu kendaraan di tikungan. Itu tidak benar," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tata kota

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top