Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PAPAN REKLAME: Tak Sesuai Aturan, Pengguna Kena Sanksi

Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada para pengguna reklame yang tidak sesuai dengan aturan dan pihak pemberi izin pemasangan reklame untuk dituntut dan dipidana.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 April 2014  |  12:43 WIB
Papan reklame. Pemasangan tak sesuai aturan akan kena sanksi - JIBI
Papan reklame. Pemasangan tak sesuai aturan akan kena sanksi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA-- Pemprov DKI  Jakarta akan memberikan sanksi kepada para pengguna reklame yang tidak sesuai dengan aturan dan pihak pemberi izin pemasangan reklame untuk dituntut dan dipidana.

Pasalnya, kemarin Selasa (22/4/2014), papan reklame di Slipi Jakarta Barat roboh dan menggambarkan kebobrokan pengaturan reklame di Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengeluhkan banyak pengusaha yang menggunakan papan reklame iklan tidak mau dilakukan audit pemasangan konstruksi.

"Izin lama yang sudah struktur semua itu bermasalah, pasang juga bermasalah. Saya bilang reklame billboard di DKI itu masalah paling besar," ujarnya di Balai Kota, Rabu (26/4/2014).

Pria yang kerap disapa Ahok ini menyayangkan pemasangan kontruksi reklame di Jakarta yang tidak sesuai.

Tidak hanya konstruksi pemasangan reklame, pemasukan pajak dari reklame pun tidak sesuai dengan aturan yang ada.

"Itu yang kami bingung, secara hukum ini tanggung jawabnya siapa,  tidak jelas semua. Harusnya kan emang tidak boleh diperpanjang izinnya kalau tanpa ada audit konstruksi," katanya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini meminta kepada Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) untuk melakukan audit konstruksi.

"Kalau ada surat dari P2B musti audit konstruksi ditolak, berarti itu kesalahan mereka harus ada sanksi," tandasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papan reklame
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top