Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Ikan dan Cumi Berformalin, Begini Cara Mendeteksinya

Kewaspadaan warga Jakarta terhadap produk makanan yang beredar di pasar harus terus ditingkatkan karena diduga maraknya peredaran ikan dan cumi kering mengandung formalin atau bahan kimia pengawet mayat yang membahayakan kesehatan manusia.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 09 Juni 2014  |  11:12 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kewaspadaan warga Jakarta terhadap produk makanan yang beredar di pasar harus terus ditingkatkan karena diduga maraknya peredaran ikan dan cumi kering mengandung formalin atau bahan kimia pengawet mayat yang membahayakan kesehatan manusia.

Sri Hayati, Kepala Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara, mengatakan pihaknya menemukan adanya ikan dan cumi mengandung formalin di sejumlah pasar tradisional di wilayahnya atau mencapai 5% dari total sampel ikan yang diambil.

“Untuk itu, dalam upaya menekan peredaran ikan dan cumi berformalin, maka kami secara rutin melakukan pengawasan di semua pasar tradisional,” katana di Jakarta, Senin (9/6/2015).

Menurutnya, Suku Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Jakarta Utara secara rutin melakukan pengawasan di sejumla pasar tradisional dengan dua cara yaitu uji formalin di lokasi dan uji formalin di Balai Pengujian Mutu Pengelolan Hasil Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta.

Dia menjelaskan meski secara kasat mata kandungan formalin dalam produk pangan hasil laut sulit dideteksi, tidak ada cara sederhana untuk membedakannya, yaitu ikan berformalin biasanya tidak mengundang lalat.

Selain itu, lanjutnya, tekstur ikan berformalin juga lebih kaku, warna mata dan insang lebih segar kemerahan, berbau amis menyengat, daging keras, dan seratnya kencang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

formalin suku dinas jakarta utara ikan f

Sumber : Britajakarta.com

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top