Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenpera Bangun Rusun Bagi PNS di Kemayoran

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana membangun rumah susun (rusun) bagi pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 08 Juli 2014  |  18:16 WIB
Kemenpera Bangun Rusun Bagi PNS di Kemayoran
Rusun Marunda. Akan dibangun proyek sejenis bagi PNS di Kemayoran.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) berencana membangun rumah susun (rusun) bagi pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hal ini dilakukan guna memperpendek jarak tempuh antara tempat tinggal PNS dengan  tempat kerja.

Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan pihaknya akan memberikan fasilitas perumahan kepada PNS pusat sebanyak 17.984 unit rumah susun bagi PNS yang bekerja di wilayah DKI Jakarta.

 “Pembangunan rusun ini sebagai realisasi percepatan pembangunan rusun sesuai keputusan presiden (keppres) nomor 31 tahun 2013,” katanya di acara sosialisasi pembangunan rumah susun PNS, di Jakarta, Senin (7/7/2014).

Rumah susun tersebut akan dibangun di atas tanah milik sekretariat negara (sekneg) seluas 13 hektar yang diperuntukkan menteri,wakil menteri dan PNS aktif golongan I, II dan III.

Djan menambahkan anggaran pembangunan rusun PNS yang diklaim sebagai sarana  meningkatkan kualitas dan produktivitas kinerja mereka ini tidak menganggu APBN. Modal diperoleh dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan-PNS [Bapertarum] dan Pengembang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pns kemenpera
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top