Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penerimaan Pajak DKI: 2014 Tak Tercapai, 2015 Optimistis Terlampaui

Pemerintah Provinsi DKI optimistis target penerimaan dari sektor pajak tahun depan terlampaui meski pada tahun ini tak mencapai target.
Ilustrasi/Antara
Ilustrasi/Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah Provinsi DKI optimistis target penerimaan dari sektor pajak tahun depan terlampaui meski pada tahun ini tak mencapai target.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Heru Budi Hartono mengatakan kendati realisasi tahun ini belum dapat melampaui target, pihaknya optimistis target tahun berikutnya dapat terlewati.

Pasalnya, dia mengakui raihan penerimaan daerah dari pajak di tahun ini melebihi tahun sebelumnya.

Pada 2013, dia menyebut realisasi penerimaan pajak Rp23 triliun.

Sedangkan, tahun ini Rp27,2 triliun yang meleset dari target Rp32,5 triliun.

Jika sistem pajak online dan media reklame untuk beriklan dialihkan ke light emitting diode (LED), target yang dipatok tahun berikutnya dapat terealisasi.

"Kalau semua sudah gabung ke sistem online saya rasa bisa tercapai. Untuk reklame kita pakai LED-lah," katanya di Balai Kota, Senin (5/1/2014).

Heru mengakui penaikan target penerimaan dikarenakan pagu pada KUA-PPAS 2015 lebih tinggi dibanding tahun ini.

Jika tahun ini APBD 2014 setelah perubahan senilai Rp72,9 triliun maka pada KUA-PPAS 2015 diperkirakan mencapai Rp77 triliun.

"Tahun ini, KUA-PPAS Rp77 triliun. Jadi semua harus naik, seperti pajak, retribusi, dividen. Iya ada [naik antara 20% dan 30%]," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper