PASOKAN AIR MINUM: Ahok Resmikan Instalasi Pengambilan Air Baku Palyja

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan pengoperasian instalasi pengambilan air baku Kanal Banjir Barat (KBB) dengan teknologi Moving Bed Bio-film Reactor (MBBR) PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Selasa, (19/5/2015).
Puput Ady Sukarno | 19 Mei 2015 11:54 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan pengoperasian instalasi pengambilan air baku Kanal Banjir Barat (KBB) dengan teknologi Moving Bed Bio-film Reactor (MBBR) PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Selasa, (19/5/2015).

Teknologi yang digunakan operator penyediaan air dan pelayanan air bersih untuk wilayah Barat DKI Jakarta tersebut diklaim sebagai penerapan teknologi terbaru yang pertama diterapkan di sektor air minum di Indonesia bahkan di Asia, dengan memanfaatkan sumber air Kanal Banjir Barat (KBB).

"Teknologi ini kami bawa dari Jerman, di sana sudah diterapkan. Tetapi ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia, bahkan Aia Tenggara," tutur President Direktur Palyja Jacques Manem, Selasa (19/5/2015).

Pada prosesnya teknologi ini menggunakan medium-mediium kecil yang dinamakan METEOR untuk melakukan pra pengolahan air baku yang diambil dari Kanal Banjir Barat yang baku mutunya sangat buruk karena telah tercemar limbah domestik maupun industri.

Proses ini akan menguraikan kadar polutan dalam air seperti amoniak sehingga layak menjadi air baku untuk selanjutnya akan diolah menjadi air minum.

Peresmian yang dilakukan di intake Kanal Banjir Barat, Gedung Logistik Palyja, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut dilakukan dengan penekanan sirine serta penandatanganan prasati bersama jajaran direksi Palyja, tepat pukul 09.00 wib.

Di sela peresmian, Ahok - sapaan akrab Basuki - juga melakukan peninjauan sejumlah fasilitas di lokasi tersebut bahkan melihat kondisi Kanal Banjir Barat dengan didampingi Presiden Direktur Palyja Jacques Manem, dan juga instalasi MBBR.

Setelah  acara peresmian, Ahok lantas melanjutkan perjalanan menuju fasilitas Distribution Monitoring and Controling Centre PT Palyja di Pejompongan.

Fasilitas ini mampu mengawasi seluruh wilayah kerja Palyja yang dipetakan dalam 3 kluster (barat, pusat, selatan). Pengawasan dari kantor pusat yang beroperasi selama 24 jam ini dibagi ke dalam 3 shif.

Selain itu, Ahok juga melihat ruang Jakarta Pump Station PT Palyja yang mengatur pemompaan dan penggantian air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palyja

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top