Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sepi Pesanan, Pabrik Sepatu di Tangerang PHK 2.500 Karyawan

Kalangan DPRD Kabupaten Tangerang menyesalkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK0 terhadap 2.500 buruh pabrik sepatu PT Chingluh Indonesia (PT CI) di Kecamatan Pasar Kemis menjelang Lebaran Idulfitri 2015.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 27 Juni 2015  |  15:13 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan DPRD Kabupaten Tangerang menyesalkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK0 terhadap 2.500 buruh pabrik sepatu PT Chingluh Indonesia (PT CI) di Kecamatan Pasar Kemis menjelang Lebaran Idulfitri 2015.

"Ini diduga strategi perusahaan untuk menghindari pemberian THR," kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Supriyadi, Sabtu (27/6).

Supriyadi mengatakan para buruh yang terkena PHK memiliki beban psikologis yang berat, apalagi mereka hendak mudik ke kampung halaman masing-masing.

Namun dari laporan para buruh, banyak diantara mereka yang menunda untuk mudik dengan tetap bertahan di tempat pemondokan.

Pernyataan tersebut terkait sejak sepekan ini, sekitar 2.500 dari 13.000 buruh PT CI kena PHK akibat perusahaan sepi pemesanan sepatu dari negara lain.

Upaya yang dilakukan adalah dengan pengurangan para buruh agar kelangsungan usaha tetap berjalan.

Dia mengatakan tindakan PHK itu juga diduga tidak melibatkan aparat pemerintah pusat dan setempat tapi hanya dilakukan pengusaha dengan buruh.

Padahal, paparnya, bila PHK lebih dari 10 buruh seharusnya melalui Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) sesuai aturan yang berlaku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kabupaten tangerang

Sumber : Antara

Editor : Yusran Yunus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top