Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kopaja Terintegrasi Oktober, Sistem Rupiah Per Kilometer akan Dilelang

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengaku proses pelelangan sistem rupiah per kilometer masih dalam proses dan harus ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 10 September 2015  |  20:39 WIB
Kopaja Terintegrasi Oktober, Sistem Rupiah Per Kilometer akan Dilelang
Ilustrasi-Bus Kopaja - Jibiphoto
Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih mengaku proses pelelangan sistem rupiah per kilometer masih dalam proses dan harus ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa.
 
Kosasih mengatakan pengintegrasian bus sedang dalam jalur Transjakarta siap beroperasi 28 Oktober 2015. Saat ini, Kopaja adalah salah satu operator angkutan kota di DKI yang cukup siap memulai pengoperasian bus sedang terintegrasi dengan sistem pembayaran rupiah per kilometer. Adapun rupiah per kilometer ditetapkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa.
 
Kosasih meyakini dengan sistem rupiah per kilometer maka pemerintah akan keluar uang lebih besar. Namun dapat dipastikan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat DKI menjadi lebih baik.
 
"Itu menguntungkan dari segi mobilitas warga. Kalau mobilitas warga jadi baik, tidak ada kemacetan, biaya untuk melakukan cost of building jadi turun," jelas Kosasih.
 
Kosasih optimis jika semua transportasi di Jakarta bisa di manage dengan sistem rupiah per kilometer. Dengan sistem ini para pngusaha mendapat kepastian tak asal-asal ikut aturan."Semua pasti untung. Termasuk sopir dan penumpang," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kopaja
Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top