MRT JAKARTA: Bor Antareja II Telah Tembus Stasiun Senayan

Mesin bor (tunnel boring machine/TBM) Antareja II telah berhasil menembus Stasiun Istora Senayan yang berada di depan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (14/5/2016).
Feni Freycinetia Fitriani | 17 Mei 2016 19:08 WIB
Dokumentasi seorang pekerja berdiri di dekat mesin bor bawah tanah, Antareja, di titik proyek MRT Patung Pemuda Senayan, Jakarta - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Mesin bor (tunnel boring machine/TBM) Antareja II telah berhasil menembus Stasiun Istora Senayan yang berada di depan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (14/5/2016).

Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Dono Boestami mengatakan mesin bor Antareja I telah menggali ruang bawah tanah menemus ke Stasiun Istora Senayan pada bulan lalu.

"Kemudian mesin bor Antareja II yang mulai beroperasi pada November 2015 dari titik Patung Pemuda Senayan menuju ke arah utara menuju Stasiun Senayan," ujarnya, Selasa (17/5/2016).

Dia menuturkan pergerakan bor Antareja II dilanjutkan dari Stasiun Senayan ke Stasiun Istora pada Sabtu pekan lalu. Menurutnya, bor Antareja II telah berhasil membuat terowongan jalur MRT bawah tanah hingga Stasiun Istora dengan total panjang 924 meter.

Kawasan yang digarap a.l. area transisi Patung Pemuda sampai dengan Stasiun Senayan sepanjang 324 meter dan stasiun Senayan sampai Stasiun Istora sepanjang 600 meter.

Karakteristik bor Antareja II sama dengan Antareja I. Diameternya sekitar 6,7 meter. Total panjang 43 meter dan bobot mencapai 323 ton. "Panjangnya dimulai dari bagian kepala [cutterhead) hingga bagian akhir [backup cars]," imbuhnya.

Dia menggambarkan cara kerja Antareja II melakukan penggalian ke arah depan, kemudian langsung diikuti dengan pemasangan segmen terowongan berupa potongan-potongan precast dengan lebar 1,5 meter.

"Pergerakannya akan membentuk cincin (ring) sehingga nanti akan jadi terowongan untuk rel dan kereta,” jelas Dono.

Tag : mrt, mrt jakarta
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top