Pengelolaan Sampah DKI: “Tipping Fee” Rp500 Ribu/Ton

Dinas Kebersihan DKI Jakarta menetapkan besaran tiping fee atau biaya pengelolaan sampah sebesar Rp 500 ribu per ton. Nilai tersebut yang akan dibayarkan kepada investor yang membangun ITF.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Desember 2016  |  08:21 WIB
Pengelolaan Sampah DKI: “Tipping Fee” Rp500 Ribu/Ton
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji - beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Kebersihan DKI Jakarta menetapkan besaran tiping fee atau biaya pengelolaan sampah sebesar Rp 500 ribu per ton. Nilai tersebut yang akan dibayarkan kepada investor yang membangun ITF.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, pembangunan ITF akan dilakukan dengan dua skema yakni build operate transfer (BOT) maupun build operate own (BOO).

"Kami telah menyiapkan besaran tiping fee yang akan dibayarkan yakni dikisaran Rp 500 ribu per ton," kata Isnawa, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Dikatakan, besaran tiping fee yang akan dibayarkan nilainya sama, baik yang menggunakan skema BOT maupun BOO. Pembangunan ITF dengan skema BOT akan dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang menggandeng perusahaan asal Finlandia, Fortum.

Sementara, untuk skema BOO, lelangnya akan dilakukan oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh investor jika ingin membangun IFT dengan skema BOO.

"Semua pembiayaan ditanggung oleh investor, termasuk juga lahan dengan luas 3,5 hektare. Mereka juga harus punya teknologi terbukti, kelas dunia," ucapnya.

Direncanankan, ada empat pembangunan ITF dengan skema BOO ini. Lokasi yang disasar seperti di Marunda, Rorotan, Cakung-Cilincing, dan Kamal Muara.

"Harus dilihat juga lokasi lahan peruntukannya harus industri, kalu tidak tetap akan ditolak," tandasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sampah dki

Sumber : Beritajakarta.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top