Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang ke-6 Kasus Ahok: Ini 6 Saksi Yang Akan Diperiksa

Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Provinsi DKI Jakarta nonaktif kembali menjalani persidangan kasus dugaan penistaan agama, Selasa (17/1/2017) pukul 09.00 wib, di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Jl. RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 17 Januari 2017  |  08:55 WIB
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Cilandak, Jakarta, Selasa (10/1/2017). - Antara
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjalani persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Cilandak, Jakarta, Selasa (10/1/2017). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Provinsi DKI Jakarta nonaktif kembali menjalani persidangan kasus dugaan penistaan agama, Selasa (17/1/2017) mulai pukul 09.00 WIB, di Ruang Auditorium Kementerian Pertanian, Jl. RM. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Sidang keenam bagi Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok tersebut diagendakan menghadirkan enam orang saksi yang akan diperiksa atau didengarkan keterangannya.

Humas PN Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi mengatakan sidang lanjutan kali ini selain akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga akan menghadirkan penyidik yang menerima laporan kepolisian.

"Sidang lanjutan ke-lima atau sidang ke-enam ini selain agenda menghadirkan saksi-saksi JPU, juga menghadirkan saksi penyidik yang menerima laporan kepolisian dari jajaran Polres Bogor. Ada enam saksi yang bakal diperiksa," ujarnya, Selasa (17/1/2017).

Sebanyak enam saksi tersebut yakni Willyuddin Abdul Rasyid Dhani, Ibnu Baskoro, Muhammad Asroi Saputra, Iman Sudirman, Brigadir Kepala Agung Hermawan, dan Briptu Ahmad Hamdani.

Menurutnya, dua orang saksi dari penyidik tersebut dihadirkan lantaran merupakan petugas yang menerima laporan kepolisian dari saksi pada persidangan sebelumnya, Willyuddin Abdul Rasyid Dhani.

Pada persidangan sebelumnya, saksi Willyuddin Abdul Rasyid Dhani menyebutkan pelaporan kasus Ahok dilakukan pada 16 September 2016, sementara menurut Ahok, pidato di Kepulauan Seribu dilakukan pada 27 September 2016.

Lantaran perbedaan tersebut, majelis hakim akan mengkonfrontir saksi Willyudin Dhani dengan dua orang penyidik Polres Bogor yakni Brigadir Polisi Kepala Agung Hermawan dan Briptu Ahmad Hamdani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sidang Ahok
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top