Sumarsono Mau Tahu Jumlah PNS DKI yang Bolos Hari Ini

Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan memberikan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang membolos hari ini, Senin (27/3/2017).
JIBI | 27 Maret 2017 11:10 WIB
Plt Gubernur DKI Sumarsono - beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan memberikan sanksi tegas bagi aparatur sipil negara (ASN) yang membolos hari ini, Senin (27/3/2017).

Pasalnya, hari ini merupakan hari terjepit karena besok merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari Nyepi.

Ia berharap pegawai kepemerintahan di DKI Jakarta, walaupun dipimpin oleh seorang pelaksana tugas gubernur mereka tetap berintegritas, serta masih komitmen untuk bekerja disiplin dan profesional. Saya kira sudah sesuai dengan sumpah aparat sipil negara.

"Apabila ditemukan harpitnas (hari terjepit nasional) membolos, saya kira bukan hanya hukuman disiplin ringan atau tertulis, tapi TKD (tunjangan kinerja daerah) satu bulan dihilangkan sekaligus peringatan tertulis," ujar Soni.

Sementara itu, jika pegawai yang membolos pada hari reguler lainnya, mereka akan dicatat dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Apabila diakumulasikan ternyata ada 46 hari pegawai membolos, maka ia akan dikenakan hukuman berat berupa pemecatan. Biasanya, kata Soni, akan banyak pegawai yang menyesal di kemudian hari.

"Banyak orang yang menangis biasanya. Banyak yang kejadian setelah diberhentikan mereka kemudian merengek minta tolong. Tapi ketika mereka bolos tanpa disadari ternyata ada konsekuensi, ada sistem yang memantau," ujar Soni.

Siang nanti, Soni menuturkan akan meminta laporan dari BKD terkait rekaman seluruh rekapitulasi kehadiran dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Soni ingin memastikan jumlah pegawai yang sengaja membolos hari ini lewat data yang disajikan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
plt. gubernur dki sumarsono

Sumber : Tempo
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top