Gubernur Djarot : Silakan Datang ke Jakarta Asalkan...

Daya tarik Provinsi DKI Jakarta sebagai belum memudar. Berbondong-bondong mendatanginyaorang datang ke Jakarta, terutama setelah momentum Lebaran, untuk mengadu nasib.
Veronika Yasinta | 25 Juni 2017 10:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M. Iriawan (kanan), dan Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi memberikan sambutan dalam acara Festival Pukul Beduk dan Gema Takbir 2017, di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (24/6). Kegiatan tersebut bertujuan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438H. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Daya tarik Provinsi DKI Jakarta sebagai belum memudar. Berbondong-bondong mendatanginyaorang datang ke Jakarta, terutama setelah momentum Lebaran, untuk mengadu nasib.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan dengan  jumlah penduduk yang sudah mencapai 10,2 juta jiwa, Jakarta menjadi provinsi yang sangat padat. Pada siang hari, penduduk di Jakarta bisa mencapai 14,5 juta jiwa.

Namun, Jakarta  tak bisa menjadi daerah tertutup. Jakarta tetap terbuka menyambut para pendatang. Namun, mantan Wali Kota Blitar itu menekankan agar para perantauan haruslah memiliki keterampilan kerja.

"Jakarta sebagai kota terbuka, makanya saya sampaikan terbuka dalam tanda kutip. Silakan datang ke sini, tapi yan punya keterampilan sehingga di sini tidak menjadi pengangguran," katanya di Balai Kota, Jakarta, Minggu (25/6/2017).

Djarot  berharap pemerintah daerah lain untuk terus memacu kegiatan ekonomi di daerahnya masing-masing sekaligus menumbuhkan keterampilan warganya untuk mengembangkan daerahnya.

"Makanya kalau mau ngomong Jakarta, tidak bisa lepas dari strategi pembangunan di masing-masing daerah," ujar Djarot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dki jakarta

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top