Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

DFW-Indonesia Khawatir Terhadap Ekosistem Pesisir Jakarta

Destructive Fishing Watch-Indonesia menilai ekosistem pesisir di Jakarta makin mengkhawatirkan sehingga mengganggu persediaan air bersih Ibu Kota
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  15:19 WIB
DFW-Indonesia Khawatir Terhadap Ekosistem Pesisir Jakarta
Tumpukan sampah di Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Destructive Fishing Watch-Indonesia menilai ekosistem pesisir di Jakarta makin mengkhawatirkan sehingga mengganggu persediaan air bersih Ibu Kota.

Seperti diketahui, pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung tinggi di Ibu Kota memberikan tekanan terhadap ketersediaan air di Ibu Kota.

Bappenas mencatat, krisis air bersih yang terjadi di Jakarta menyebabkan penurunan permukaan tanah lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumya.

Hal ini disebabkan banyaknya masyarakat yang memanfaatkan air tanah dengan cara menggali sumur untuk mendapatkan air bersih.

Penurunan permukaan tanah di Jakarta menyebabkan rembesan air laut di utara Jakarta semakin meningkat dan mempengaruhi kualitas air tanah.

Selain itu, masalah Jakarta saat ini, yaitu rendahnya penanganan air limbah yang hanya menangani sebesar 2% dari seluruh limbah yang ada di Jakarta.

Oleh karena itu perlu kebijakan strategis dan sinergis antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan masyarakat untuk mengurangi tekanan terhadap ekosistim di pesisir Jakarta melalui program dan aksi bersama.

“Praktik ocean sprawl yang marak terjadi di Jakarta seperti pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok dan reklamasi teluk Jakarta merupakan contoh aktivitas yang mengubah habitat laut menjadi ruang baru merupakan salah satu ancaman ekosistim Jakarta,” kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch-Indonesia, Moh Abdi Suhufan dalam siaran pers, Senin (19/3/2018).

Sementara itu, persoalan lainnya yang dihadapi pesisir Ibu Kota, yakni masalah persampahan. Akibat penanganan yang tidak terintegrasi dari hulu ke hilir, pesisir Jakarta menjadi lokasi pembuangan alami sampah warga Jakarta.

Adapun pada musim barat (Desember-Februari) setiap tahunnya, sampah perairan di Teluk Jakarta terbawa arus dan gelombang hingga ke pesisir Jakarta. Akibatnya pesisir Muara Angke dan sekitarnya menjadi daerah yang terkena dampak berupa timbunan sampah dari berbagai jenis.

“Sampah yang tidak terurus dan menumpuk di pesisir Jakarta akan menyebabkan dampak lingkungan, kesehatan, dan sanitasi bagi warga pesisir Jakarta. Harus ada keterpaduan dalam penanganan sampah di pesisir Jakarta dengan menggunakan teknologi pengolahan sampah modern," imbuhnya.

Adapun untuk memperingati Hari Air Sedunia, DFW-Indonesia bekerjasama dengan komunitas masyarakat, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Pemprov DKI Jakarta akan menggelar aksi di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Baru.

Aksi lingkungan tersebut akan dilakukan pada 23 Maret 2018 nanti dengan serangkaian kegiatan seperti clean up the beach, penanaman mangrove dan pelatihan pengolahan sampah plastik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wilayah pesisir Nasib Reklamasi Teluk Jakarta
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top