Telur Palsu, Pemda DKI: Itu hanya Isu, di Pasar Kramat Jati tidak Ada

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada telur palsu yang beredar di wilayah Ibu Kota.
Feni Freycinetia Fitriani | 20 Maret 2018 12:05 WIB
Pedagang menata telur yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (16/5). - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada telur palsu yang beredar di wilayah Ibu Kota.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Darjamuni mengatakan pihaknya telah mengecek di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Berdasarkan tindak lanjut pemeriksaan secara organoleptik, didapat hasil bahwa telur-telur tersebut asli tidak palsu, sebagaimana yang dilaporkan masyarakat,” ujarnya hari ini Selasa (20/3/2018).

Dia menuturkan beberapa telur diambil sebagai sampel, yang selanjutnya dikirim ke Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan, Teknologi Peternakan, dan Pengujian Mutu Hasil Peternakan, Bambu Apus, Jakarta Timur untuk dilakukan pengujian. Hasilnya, sampel telur tersebut adalah asli dengan kualitas yang baik.

Ada pun, rincian hasil pengujian secara fisik meliputi berat sampel telur bervariasi, bentuk kerabang, keadaan putih telur, selaput dan rasa normal, namun terdapat satu sampel yang mana kebersihan kerambang kotor, tinggi albumin telur bervariasi dari 4.05 sampai dengan 10.14 mm, tinggi Haught Unit (HU) sampel telur bervariasi: 58 sampai dengan 97,5.

"Kualitas sampel telur ada 6 yang berkualitas AA. Sementara 1 sampel berkualitas B,"

Darjamuni melanjutkan pengujian kimia genetic ayam/DNA ayam (metode PCR) memberikan respons positif, artinya gen dari sampel telur tersebut adalah gen ayam.

Pengujian yang dilakukan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat tertanggal 14 Maret 2018 bahwa telur yang diperoleh dari kegiatan Penyaluran Pangan Bersubsidi untuk Masyarakat Tertentu.

"Ciri-ciri telur palsu yaitu putih telurnya encer, terdapat lapisan kertas pada cangkang/kulit telur, kuning telurnya kenyal," ucapnya.

Kejadian pengaduan terekam dalam bentuk video. Lalu, pada tanggal 15 Maret 2018, Tim Pengawas dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian yang terdiri dari perwakilan Bidang Peternakan, Bidang Ketahanan Pangan, Pengawas Mutu, dan PPNS serta perwakilan dari Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Pusat melakukan konfirmasi mengenai kebenaran pengaduan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
telur

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top