Tumpahan Minyak Cemari Pulau Pari

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mendapat laporan mengenai pencemaran minyak yang terjadi di Pulau Pari, Kepuluan Seribu.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 09 April 2018  |  10:41 WIB
Tumpahan Minyak Cemari Pulau Pari
Foto udara Pulau Tengah dan Pulau Pari, gugusan Kepulauan Seribu, di perairan Laut Jawa, Jakarta, Senin (24/4). - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah mendapat laporan mengenai pencemaran minyak yang terjadi di Pulau Pari, Kepuluan Seribu.

Kondisi tersebut, kata Sandiaga Uno, telah disampaikan oleh Bupati Kepulauan Seribu Irmansyah.

“Nanti kami akan mendapatkan laporan secara komprehensif dari bupati,” kata Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/4/2018).

Menurut Sandiaga, pencemaran minyak atau tumpukan sampah bisa merusak reputasi Pulau Pari sebagai detinasi andalan di Kepulauan Seribu.

“Ini akan merusak daya tarik dari Pulau Pari yang sekarang lagi menggeliat, nih,” ujar Sandiaga Uno.

Tumpahan minyak mentah mencemari Pulau Pari, Minggu (8/4/2018). Kepala Kepolisian Resor Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Besar Victor Siagian membenarkan adanya tumpahan minyak di Pulau Pari.

"Tepatnya di pesisir selatan pantai Pulau Pari," kata Victor dalam keterangan tertulis, Minggu (8/4/2018).

Di sepanjang bibir pantai, terlihat minyak berwarna hitam legam. Victor mengatakan pihaknya tengah mengecek dan mendatangi lokasi. Sembari melakukan penyelidikan, pihaknya bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI Jakarta untuk membersihkan tumpahan minyak.

Ketua RT Pulau Pari, Edi Mulyono, menceritakan, kejadian tumpahan minyak itu sejak Ahad pukul 08.00 WIB.

"Warga kasih tahu saya ada tumpahan minyak," ujar Edi saat dihubungi Minggu (8/4/2018).

Edi bersama warga dan tujuh petugas PPSU langsung membersihkan tumpahan minyak tersebut.

"Sekarang masih dalam proses pembersihan di bagian pelabuhan sampai bagian timur Pulau Pari," kata Edi.

Hingga kini sudah ada 40 karung berisi tumpahan minyak yang terkumpul.

Selama ini, Sandiaga Uno menambahkan, tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Pari terus meningkat setiap pekan. Pencemaran minyak dan sampah, ujar Sandiaga Uno, harus diantisipasi agar tidak merusak keindahan pantai di Pulau Pari.

“Jangan sampai nanti pencemaran ini malah memperburuk atau menurunkan citra dari pariwisata berbasis ecotourism yang kami mau dorong di Pulau Pari,” kata Sandiaga Uno.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pulau seribu

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top