Realisasi Investasi DKI Jakarta Tembus Rp28,9 Triliun pada Kuartal I/2018

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi DKI Jakarta telah memenuhi target investasi kuartal I/2018.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 03 Mei 2018 00:19 WIB
Warga beraktivitas dengan latar belakang Tugu Monas di Jakarta, Jumat (4/8/2017). Monas disorot lampu warna ASEAN hingga 8 Agustus 2017 untuk memperingati 50 tahun dibentuknya lembaga kerja sama negara-negara kawasan Asia Tenggara. - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi DKI Jakarta telah memenuhi target investasi kuartal I/2018.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi secara nasional pada tiga bulan pertama 2018 mencapai Rp185,3 triliun atau tumbuh 11,8% dibandingakan dengan periode yang sama pada 2017, yang senilai Rp165,8 triliun. Realisasi investasi tersebut menyerap tenaga kerja hingga sebanyak 201.239 orang.

DKI Jakarta berkontribusi 15,6% dengan total investasi senilai Rp28,9 triliun. Nilai tersebut meningkat 19,4% secara year-on-year (yoy). 

Kepala DPM-PTSP Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi menyampaikan capaian realisasi investasi kuartal I/2018 menunjukkan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi.

“Melihat data realisasi investasi PMDN dan PMA kuartal I/2018 membuktikan bahwa minat investasi di Jakarta cukup tinggi, membuat kami semakin optimis untuk mencapai target meraih investasi sebesar Rp100 triliun pada 2018,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (2/5/2018).

Edy menyebutkan realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp8,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp20 triliun. 

“Hasil pencapaian ini tidak terlepas dari semangat jajaran DPM-PTSP Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan di DKI Jakarta, sehingga realisasi investasi kuartal I/2018 telah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp23,4 triliun," lanjutnya.

Edy menambahkan selain fokus untuk meraih target investasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga berkomitmen untuk menjadi mitra terbaik bagi para investor dalam menanamkan modalnya di ibu kota. Langkah ini ditempuh dengan memfasilitasi hubungan langsung antara tim Biro Kerjasama Luar Negeri Setda Provinsi DKI Jakarta dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri.

Selain itu, Pemprov DKI menyediakan Jakarta Investment Center (JIC) yang menjadi wadah bagi para investor untuk berkonsultasi dan memperoleh informasi yang dibutuhkan seputar penanaman modal.

“JIC menyediakan tenaga ahli profesional yang bertugas mempercepat izin usaha dan lisensi bagi para investor. Terlebih, saat ini Jakarta memiliki Mal Pelayanan Publik yang merupakan layanan terpadu dengan melibatkan sebanyak 15 unit layanan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD dan swasta lainnya dalam satu tempat,” tambahnya.

 

Tag : investasi, dki jakarta
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top