Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bima Arya Tak Khawatir bila Iklan Rokok Dilarang

Calon Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan produk lain akan siap beriklan bila reklame rokok dilarang, sehingga daerah tidak perlu khawatir pendapatan asli daerahnya berkurang.
Anggota komunitas mural Bogor membuat gambar tentang bahaya merokok di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/5)./Antara-Arif Firmansyah
Anggota komunitas mural Bogor membuat gambar tentang bahaya merokok di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (28/5)./Antara-Arif Firmansyah

Bisnis.com, SURABAYA - Calon Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan produk lain akan siap beriklan bila reklame rokok dilarang, sehingga daerah tidak perlu khawatir pendapatan asli daerahnya berkurang.

"Saat saya dilantik menjadi wali kota, pendapatan asli daerah Rp400 miliar. Saat ini, menjadi Rp900 miliar," kata Bima dalam Konferensi Indonesia tentang Tembakau atau Kesehatan (ICTOH) ke-5 di Surabaya, Senin (7/5/2018).

Bima mengatakan ketika rokok dilarang bereklame, produk-produk lain seperti gaya hidup, minuman, penyedia jaringan seluler dan perbankan akan masuk menggantikan.

Menurut Bima, setiap zaman memiliki trennya masing-masing. Saat ini, tren gaya hidup sehat sedang naik sehingga pelarangan reklame rokok akan dapat digantikan oleh reklame produk-produk lain.

"Dampak positif dari pelarangan iklan rokok terjadi di Kota Bogor. Saat ini, saya menjadi salah satu ketua Asosiasi Wali Kota Antitembakau se-Asia Pasifik," tuturnya.

Karena itu, yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya adalah mendorong daerah-daerah lain untuk berani melarang reklame rokok demi masa depan anak-anak bangsa.

"Teman-teman di DPR juga perlu didukung agar mereka ikut berjuang. Itu bahasa saya yang paling halus bagi teman-teman di DPR," kata Bima.

Bima Arya kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota Bogor 2018. Saat ini dia sedang cuti dari jabatan wali kota dan digantikan wakilnya, Usmar Hariman, sebagai pelaksana tugas.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper