Pengaturan Lalin Asian Games bisa Tiru Olimpiade Beijing

Penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat meniru kebijakan Pemerintah Beijing, China pada Olimpiade 2008 lalu dengan mangatur jumlah kendaraan yang masuk kota.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 15 Mei 2018 18:43 WIB
Loading the player ...
Apakah proyek light rail transit atau LRT DKI Jakarta sudah dapat beroperasi pada gelaran Asian Games 2018? Simak penjelasan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berikut ini

Bisnis.com, JAKARTA – Penyelenggaraan Asian Games 2018  dapat meniru kebijakan Pemerintah Beijing, China pada Olimpiade 2008 lalu dengan mangatur jumlah kendaraan yang masuk kota.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini sedang berupaya untuk mengendalikan kemacetan yang kerap terjadi di berbagai titik jalan protokol di Ibu Kota.

Berbagai solusi sedang dipertimbangkan seperti meliburkan siswa sekolah, penerapan ganjil-genap, rekayasa lalu-lintas, pembangunan infrastruktur transportasi, dan lain-lain.
Djoko Setijowarno,Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, menyampaikan kondisi transportasi di Beijing pada sebelum 2008 lalu terbilang banyak masalah.

Kendati memiliki mass rapid transit (MRT) dengan rute terpanjang di dunia dan jumlah armada angkutan umum yang memadai tidak serta mendorong perilaku masyarakat untuk berpindah ke transportasi massal tersebut. Selain itu, transportasi umum pada waktu itu belum memberikan kenyamanan bagi masyarakat Beijing.

"Pasalnya keberadaan pribadi yang tidak terkendali menyebabkan kemacetan di mana-mana. Polusi udara juga tinggi dampak dari asap knalpot kendaraan bermotor," kata Djoko dalam Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Atlet Century Park Jakarta Pusat hari ini Selasa (15/5/2018).

Dia menambahkan momentum untuk merapikan transportasi Beijing kemudian mucul dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Pemerintah Kota Beijing memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan melalui sistem ganjil-genap. Sistem ganjil-genap yang dilakukan di Beijing berbeda dengan yang ada di Tanah Air. Kebijakan ini membuat lalu-lintas di Beijing menjadi lancar.

"Misalnya, untuk Senin berlaku nomor plat kendaraan ganjil 9 dan 1 [diperbolehkan mengakses jalan]. Selasa berlaku nomor genap, yaitu 8 dan 2. Rabu berlaku nomor ganjil, yaitu 7 dan 3. Kamis berlaku nomor genap, yakni 6 dan 4. Jumat berlaku nomor 5 dan 0, sedangkan Sabtu dan Minggu tidak berlaku kebijakan ganjil genap," ujarnya.

Selain itu, selama event olahraga ini berlangsung tarif transportasi seperti bus dan kereta turun drastis dengan masing-masing biaya senilai 1 yuan atau Rp2.000 (bus) dan 2 yuan atau Rp4.000 (kereta). Tarif parkir naik sekitar 20-40 kali tarif transportasi umum, sepeda motor dilarang digunakan kecuali pukul 24.00-06.00.

Menurutnya, Pemerintah Kota Beijing berencana mengakhiri berbagai kebijakan setelah usai Olimpiade.

Kendati demikian, masyarakat yang meminta agar kebijakan ini dilanjutkan karena telah menerima manfaatnya. Hingga kini kebijakan itu masih tetap berlangsung dengan dilengkapi aturan setiap tiga bulan sekali dilakukan rotasi.

Beijing berbeda dengan DKI Jakarta, ketika melaksanakan pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno yang hanya menampung sekitar 100.000 penonton lalu-lintas menjadi macet hingga sepanjang 5-10 KM.

Pemprov DKI dapat menerapkan kebijakan ganjil-genap untuk kendaraan mobil pribadi dan pelarangan sepeda motor untuk masuk kawasan penyelanggaraan Asian Games.
"Warga menantikan setelah Asian Games 2018 terjadi perubahan penataan transportasi umum seperti halnya di Beijing," imbuhnya.

Tag : Asian Games 2018
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top