Program Langit Biru: JakproGas Converter Kit Utilization Diluncurkan

PT Jakarta Utilitas Propertindo meluncurkan JakproGas Converter Kit Utilization Program untuk mendukung konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 16 Mei 2018 19:48 WIB
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jakarta Utilitas Propertindo meluncurkan JakproGas Converter Kit Utilization Program untuk mendukung konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.

PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP), yang merupakan anak usaha dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro), meluncurkan proyek baru bernama JakproGas Converter Kit Utilization Program (Jackup). Langkah ini bertujuan untuk menyukseskan program langit biru yang merupakan kebijakan dari pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara.

Program ini menggunakan teknologi dari alat berjenis conventer kit yang dapat bersinergi dengan mesin berbahan bakar bensin.  Conventer kit ini akan aktif ketika kendaraan bermesin bensin tersebut disuplai oleh BBG. Kendati demikian, kendaraan yang sudah dipasang conventer kit tersebut masih dapat menggunakan BBM sebagai energi sementara.

"Masyarakat berpikiran ketika BBG habis akan sulit mencari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas [SPBG] terdekat. Padahal mesin ini masih bisa menggunakan BBM yang didapat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum [SPBU]," kata Direktur Utama JUP, Chairul Hakim kepada Bisnis, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, conventer kit dapat menguntungkan bagi pengusaha transportasi yang saat ini mengandalkan BBM sebagai sumber utama energi. Hal ini karena selisih harga BBM dengan BBG terbilang besar, yaitu sekitar Rp3.450 per liter. JUP mencatat, harga premium saat ini mencapai sekitar Rp6.550 per liter, sedangkan tarif BBG senilai Rp3.100 per liter. Selain itu, kelebihan dari BBG, yakni emisi gas buang yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan BBM.

"Program ini diminati oleh pelaku usaha sektor transportasi umum karena dapat merasakan manfaat langsung dari sisi keuangan," ujarnya.

Dia menambahkan JUP akan membantu pelaku bisnis yang ingin ikut dengan program Jackup dengan memberikan skema down payment Rp0 (nol rupiah) dalam pembelian conventer kit. Hal ini karena harga converter kit saat ini masih terbilang cukup mahal di sekitar puluhan juta rupiah.

"Pengguna conventer kit Jackup ini akan diberikan dana tambahan senilai Rp1.500 per liter untuk mencicil alat ini," sebutnya.

Chairul mengatakan walaupun pengguna transportasi akan mengeluarkan dana senilai Rp4.600 per liter. Namun dapat menghemat sekitar Rp1.950 per liter dibandingkan dengan membeli BBM berjenis premium. "Dengan skema ini pun [Rp1.500 per liter untuk mencicil conventer kit] setiap pengendara yang memakai BBG dapat menghemat senilai Rp1 jutaan per bulan," imbuhnya.

Sementara itu, menurut keterangan resmi dari JUP, telah ada sebanyak 200 kendaraan yang telah ikut program Jackup. JUP menargetkan bahwa tahun ini dapat menyuplai conventer kit ini kepada 1.000 kendaraan yang berada di Ibu Kota.

Seperti diketahui, SPBG di Ibu Kota saat ini telah mencapai 27 unit. Namun, yang beroperasi sebanyak 21 SPBG yang dimiliki oleh PT Pertamina sebanyak 9 unit, Jakpro sebanyak 4 unit, PGN sebanyak 4 unit, dan sebanyak 1 unit dimiliki oleh swasta.

JUP menilai untuk mempercepat realisasi konversi ke BBG maka harus ada optimalisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 141 Tahun 2007 bahwa kendaraan umum dan kendaraan operasional Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta wajib menggunakan BBG. “Hanya saja, sampai sekarang mobil operasional belum dapat menggunakan BBG, mengingat dalam mata anggaran masih menggunakan BBM,” katanya.

Dia menambahkan untuk menunjang realisasi konversi ke BBG harus mendapatkan dukungan dari sektor perbankan. Bantuan dari sektor keuangan ini diharapkan mampu mendukung melalui fasilitas program Kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga dan cicilan relatif terjangkau.

Tag : jakpro
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top