Pemprov DKI Berharap Warga Pendatang Punya Keahlian

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menanggulangi persoalan warga pendatang yang mencari kerja di Ibu Kota.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 20 Juni 2018 00:07 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan istri menghadiri halalbihalal di Istana Bogor.-JIBI - David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menanggulangi persoalan warga pendatang yang mencari kerja di Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bila Ibu Kota terbuka bagi semua warga Tanah Air. Kendati demikian, ada beberapa syarat yang diperlukan agar bisa bertahan di Jakarta dan tidak menambah angka kemiskinan.

Pertama, memiliki keahlian, keterampilan, kompetensi, atau pendidikan, yang bisa menunjang warga pendatang tersebut ketika mencari atau bekerja di Ibu Kota. Kedua, memiliki tujuan seperti tempat tinggal sementara ketika berada di Jakarta. Ketiga, bila pendatang ini tidak memiliki keahlian tertentu maka akan diarahkan untuk mengikuti program pelatihan One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship (OK OCE) dengan syarat salah satu anggota keluarganya adalah warga Jakarta.

Dia melihat persoalan tersebut dengan mengaca kepada perjalanan hidup keluarganya yang merupakan pendatang dari Pulau Sumatra. Akan tetapi, walaupun berstatus sebagai pendatang keluarganya memiliki keahlian tertentu yang bisa digunakan untuk bertahan di Ibu Kota.

"Saya melihat bahwa Jakarta ini adalah sebuah kota yang terbuka untuk semua," kata Sandi, Selasa (19/6/2018).

Dia menyampaikan bahwa Pemprov DKI tidak bisa sepenuhnya membendung keinginan warga pendatang yang ingin menaikan kesejahteraannya dengan bekerja di Ibu Kota. Dengan demikian, Pemprov DKI memiliki kewajiban untuk bisa memberdayakan warga tersebut dengan berbagai pelatihan yang bisa menaikan kelas sosial pendatang ini.

"Kita ingin pastikan masyarakat yang datang ke Jakarta ini juga bisa meningkat harkat hidupnya," imbuhnya.

Menurutnya, Dinas Sosial DKI dan dinas lainnya akan mengarahkan warga pendatang yang tidak bisa bertahan ini untuk ikut dalam pelatihan. Adapun warga pendatang yang ingin ikut pelatihan ini dapat berkoordinasi dengan Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), kelurahan, kecamatan, dan pemangku kepentingan lain.

Pelatihan ini dianggap Pemprov DKI penting agar tidak menambah angka kemiskinan Ibu Kota yang saat ini mencapai hingga sebesar 3,78%. "Kita ingin mengikis angka kemiskinan menjadi 2,78% dalam lima tahun mendatang. Dengan fokus untuk menurunkan kemiskinan, kita tidak akan membiarkan masyarakat yang dari luar Jakarta datang ke sini, justru untuk menambah beban itu. Itu harapan kita," ujarnya.

Tag : Jakarta
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top