Agustus, LRT Siap Angkut Penumpang

Light rail transit (LRT) versi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) siap beroperasi dengan penumpang pada Agustus yang bertepatan dengan perhelatan Asian Games.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 28 Juni 2018 13:50 WIB
Pekerja beraktivitas di dalam gerbong Light Rail Transit (LRT) rute Kelapa Gading-Velodrome saat akan diuji coba di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (14/6/2018). - ANTARA/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Light rail transit (LRT) versi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) siap beroperasi dengan penumpang pada Agustus yang bertepatan dengan perhelatan Asian Games.

Kendati pembangunan LRT belum mencapai 100%, tetapi Jakpro optimistis bisa mengejar target yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Adapun target tersebut menyebutkan bahwa sarana dan prasarana penunjang Asian Games telah disepakati untuk selesai pada 22 Juli 2018.

Direktur Utama Jakpro Satya Heragandhi mengatakan perkembangan LRT tahap pertama saat ini secara situs dan sarana sudah mencapai sekitar 75%. Sedangkan, kesiapan kereta sudah mencapai sekitar 83,27%.

Dia menyampaikan bahwa LRT sebenarnya sudah bisa digunakan, karena untuk mencapai kesiapan mencapai 100% hanya kurang dalam pembangunan depo.

Menurutnya, pada awalnya Jakpro memperkirakan keterlambatan terjadi pada sektor mainline (garis utama rel) bukan depo. Namun pengerjaan mainline tersebut telah selesai di luar perkiraan.

"Ini memang ada keterlambatan di bidang depo karena musim hujan. Sejak Februari lalu ada accident [kecelakaan], setiap kali hujan, pekerjaan di ketinggian kita stop makanya ada keterlambatan," kata Satya kepada Bisnis, Selasa (26/6/2018).

Dia mencatat ada dua faktor penting yang menjadi dasar sikap optimistis Jakpro terhadap target yang diberikan. Pertama, LRT sudah bisa beroperasi dengan kecepatan sekitar 80 KM/jam. Kedua, saat ini Jakpro telah memiliki sebanyak 8 gerbong kereta dan sebanyak 4 train set yang telah masuk ke mainline.

"Mudah-mudahan pertengahan Juli semua sudah bisa disertifikasi. Setelah sertifikasi itu kita sudah bisa mengakut penumpang khusus [undangan], sedangkan pada Agustus diharapkan sudah bisa beroperasi membawa penumpang umum," ungkapnya.

Satya menyatakan bahwa Jakpro setiap waktu terus melakukan berbagai pengujian terhadap LRT.

"Kita sedang menguji pada malam hari dan pagi-pagi beberapa variabel seperti pengereman, safety [keselamatan], terkait hujan apakah menjadi licin, dan sebagainya," imbuhnya.

Fase Kedua

Jakpro telah mengadakan uji publik terkait LRT tahap kedua yang menguhubungkan antara Velodrome, Jakarta Timur hingga Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 6 Juni 2018 lalu. Seperti diketahui, lintasan LRT tahap pertama ini hanya membentang sepanjang 5,8 KM dari Velodrome Rawamangun hingga Kelapa Gading.

"Saat ini prosesnya dilanjutkan untuk penunjukkan konsultan pendamping. Kita harapkan sekitar Agustus [2018] ada market sounding pertama dan akhir September atau awal Oktober ada market sounding kedua. Semua proses ini kita berharap investor merespon dengan baik sehingga akhir Desember tahun ini sudah bisa kita dapatkan pemenangnya," kata Satya.

Dia menambahkan bahwa investor asal China, Korea Selatan, Spanyol, dan Jepang telah konsisten menghubungi Jakpro terkait fase kedua ini, bahkan mereka juga datang ketika uji coba yang dilakukan bersama Pemprov DKI pada sebelum Lebaran lalu. Selain itu, perusahaan lokal juga tertarik dengan proyek ini.

"Betul ada Badan Usaha Milik Negara [BUMN] yang tertarik, mereka bawa teknologinya dari mana saya belum tahu. Namun mereka sangat tertarik untuk bisa ikut," ujarnya.

Sebelumnya, Jakpro memperkirakan nilai investasi LRT tahap kedua ini mencapai sekitar US$500 juta--US$600 juta. Jumlah yang besar tersebut tidak menghentikan minat dari para investor untuk ikut ambil bagian dalam proyek ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
LRT

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top