Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI Siapkan Halte Ojek Online

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan semacam halte ojek online (ojol) untuk antar jemput penumpang, sehingga tidak menganggu ruang milik jalan (rumija).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Juli 2018  |  11:44 WIB
Pemprov DKI Siapkan Halte Ojek Online
Polisi mengusir sejumlah pengemudi ojek online yang mangkal sembarangan di bahu jalan. - TMCPoldaMetro
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan semacam halte ojek online (ojol) untuk antar jemput penumpang, sehingga tidak menganggu ruang milik jalan (rumija).

"Pemprov DKI akan memanggil pengelola ojek online untuk membicarakan secara khusus tentang pengaturan parkir bagi ojek-ojek yang melakukan penjemputan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (23/7/2018).

Saat ini, menurut catatan Dinas Perhubungan ada sekitar 90 titik yang dijadikan sebagai tempat jemput- turunkan penumpang oleh Grab tapi hanya oleh Gojek, kata Anies Baswedan.

Pemprov DKI akan memberikan contoh dengan membuat tempat antar-jemput penumpang ojol. Semua kantor Pemprov DKI akan menyiapkan tempat khusus bagi ojol untuk bisa parkir, sehingga tidak mengganggu rumija.

"Ruang milik jalan yaitu badan jalan dan bahu jalan. Dua itu tidak boleh dipakai. Kami nanti di kantor pemprov dan kantor-kantor pemprov lainnya. Di dalam halaman kita akan disiapkan untuk parkir," kata Anies.

Ini sebagai contoh supaya gedung-gedung lain di Jakarta menyiapkan, karena yang menggunakan angkutan online itu adalah karyawan yang bekerja di kantornya masing -masing, kata Gubernur Jakarta.

"Jadi menyediakan fasilitas ini untuk pengguna gedungnya, untuk membereskan kemacetan - kemacetan yang ditimbulkan," kata Anies.

Halte antar-jemput tersebut juga akan dibangun di pasar yang dikelola PD Pasar Jaya, rumah sakit, kemudian kantor-kantor pemerintahan, terminal dan lain - lain.

"Semua yang di bawah otoritas Pemprov DKI, kita akan berikan instruksi untuk disiapkan 'area drop off', karena itu hanya dilakukan umumnya pagi dan sore. Dan selebihnya tidak terlalu mengganggu," ujar Anies.

Pertemuan yang akan dibicarakan dengan pengelola ojol adalah penentuan titik-titik spot di mana bisa dilakukan penurunan atau penjemputan penumpang, katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojek online
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top