Tiga Poin Evaluasi Pelaksanaan Perluasan Ganjil-Genap

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polda Metro Jaya, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menerapkan uji kebijakan perluasan ganjil-genap selama tiga minggu. Itu artinya, kurang dari seminggu, polisi dapat menerapkan tilang penuh bagi pemilik kendaraan yang melanggar aturan di semua ruas jalan yang ditetapkan.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 Juli 2018 09:59 WIB
Petugas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan sosialisasi kepada pengguna kendaraan bermotor pada hari pertama uji coba perluasan kawasan ganjil genap di persimpangan Pancoran, Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTAR/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polda Metro Jaya, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menerapkan uji kebijakan perluasan ganjil-genap selama tiga minggu. Itu artinya, kurang dari seminggu, polisi dapat menerapkan tilang penuh bagi pemilik kendaraan yang melanggar aturan di semua ruas jalan yang ditetapkan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah mendapat hasil evaluasi penerapan uji coba ganjil-genap yang dimulai pada 1 Juli silam.

"Saya ingin berbagi hasil rapat evaluasi ganjil-genap yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir ini," katanya di Balai Kota, Senin (23/7/2018) malam.

Dia menuturkan setidaknya ada tiga poin yang menjadi catatan untuk para pemangku kepentingan. Berikut hasil kajian ganjil-genap di Ibu Kota.

1. Kecepatan Kendaraan

Anies mengungkapkan kecepatan kendaraan sebelum perluasan ganjil-genap rata-rata 20,6 km/jam. Sesudah dilaksanakan ganjil-genap, padaminggu pertama berubah menjadi 25,6 km/jam, pada minggu kedua 23,1 km/jam.

"Artinya ada kenaikan kecepatan sebesar 12% sebelum dan sesudah ganjil-genap. Dari sisi waktu, jika kecepatannya meningkat, waktu tempuhnya otomatis turun," jelasnya.

2. Peningkatan Penumpang Transjakarta

Selain meningkatnya waktu tempuh, Anies menambahkan secara keseluruhan di semua rute sesudah pemerintah menerapkan ganjil-genap itu meningkat sekitar 9,9%.

Beberapa titik yang merupakan ruas jalan untuk ganjil-genap kemarin juga beberapa mengalami penyesuaian, misalnya di Pondok Indah. Jika semula dari Simpang Ciputat sampai dengan Keluaran Baru akhirnya dipangkas cukup dari Simpang Ciputat sampai degan Pondok Indall Mal.

"Dari Pondok Indah Mal sampai Kebayoran tidak lagi menjadi ruas ganjil-genap. Jadi naiknya hampir 10% penumpang di Transjakarta," ungkapnya.

3. Kualitas Udara

Anies mengatakan ada konsekuensi lain dari ganjil-genap ini yaitu pada kualitas udara. Hasil positif tersbut dicapai setelah dilakukan pengujian di tiga lokasi, yaitu Bundaran Hotel Indonesia, Kelapa Gading, dan Lubang Buaya.

"Dari temuan di lapangan, sesudah ada kebijakan ganjil-genap, konsentrasi CO menurun sebesar 1,7 %, NO turun 14,7%, dan konsentrasi THC turun sebesar 1,3%," jelasnya.

Uji coba itu akan dilakukan hingga 31 Juli 2018 dan akan diberlakukan secara resmi pada 31 Agustus 2018. Perluasan kawasan ganjil-genap itu diberlakukan selama penyelenggaraan Asian Games 2018 pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ganjil genap

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top