Jaring Kali Item Langkah Antisipasi Sementara Saja

Kebijakan menutup Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran Pusat, Jakarta, dengan jaring merupakan langkah sementara mengingat Asian Games terhitung kurang dari sebulan lagi.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 24 Juli 2018 19:19 WIB
Kali Item di Kemayoran, Jakarta Pusat, ditutupi jaring untuk mengurangi polusi udara yang ditimbulkannya yang berpotensi mengusik kenyamanan para atlet Asian Games yang untuk sementara menghuni Wisma Atlet di dekatnya. - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan menutup Kali Sentiong atau Kali Item di Kemayoran Pusat, Jakarta, dengan jaring merupakan langkah sementara mengingat Asian Games terhitung kurang dari sebulan lagi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan perhelatan Asian Games sudah di depan mata, sedangkan untuk membersihkan Kali Itemsecara maksimal memerlukan waktu yang lebih banyak.

Dengan demikian, langkah menutup Kali Item dengan jaring terpaksa dilakukan agar mengurangi bau tidak sedap dan pemandangan yang tidak enak dilihat. Adapun setelah Asian Games, Pemprov DKI berkomitmen untuk membersihkan Kali Item tersebut.

"Kenyataan ada kali yang hitam, kotor, dan bau. Kenyataan lain akan ada Asian Games bulan depan," kata Anies pada Selasa (24/7/2018).

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan Pemprov DKI untuk mengatasi permasalahan Kali Item. Adapun Pemprov DKI menggunakan alat penjernih seperti aerator dan nano bubble. "Jadi, nanti pada saat pelaksanaan Asian Games minimal aroma dari tempat itu tidak kuat lagi."

Anies mengatakan bahwa permasalahan di Kali Item ini bukan barang baru, melainkan berlangsung sejak bertahun-tahun lalu. Tidak ada penanganan serius pada sebelumnya menjadi alasan utama Kali Item memiliki kondisi begitu buruk seperti saat ini.

"Jangan dilupakan adalah kali itu bukan hitam sejak 3 bulan lalu, kali itu sudah hitam sejak bertahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memerhatikan ini, kita tidak punya warisan Kali Item," ujarnya.

Tag : Asian Games 2018, WISMA ATLET
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top