Pengusaha Jebolan OK OCE Dorong Ekspor

Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (PGO) mendorong lulusan OK OCE dapat mengekspor produk mereka.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 14 September 2018 02:52 WIB
Gerai OK OCE Mart di Jakarta. - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Perkumpulan Gerakan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (PGO) mendorong lulusan OK OCE dapat mengekspor produk mereka.

Rencana ini ditandai oleh penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara PGO dan Perkumpulan Indonesia Diaspora Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Usaha Industri Kecil Menengah (ID SEED).

Program ini diharapkan bisa mendorong minat pengusaha lokal untuk melakukan kegiatan ekspor.

Ketua PGO Faransyah Jaya mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong percepatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang siap ekspor produk mereka. Dia menilai potensi ekspor produk UMKM lokal masih terbuka lebar.

"Pasar global sangat terbuka dan membutuhkan produk-produk dari Indonesia, sekaligus mengangkat daya saing [UMKM] dengan peningkatan kapasitas, kualitas serta standarisasi produk sesuai pasar global," kata Faransyah dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (13/9/2018).

Sementara itu, Ketua Umum ID-SEED Ira Damayanti menjelaskan platform yang diusung oleh ID SEED yakni sinergi dalam peningkatan keterampilan, pemahaman pelaku usaha, dan standar kualitas produk usaha UMKM untuk penetrasi pasar luar negeri.

MoU tersebut sebagai langkah strategis dalam memberikan informasi bagaimana melakukan ekspor.

"Untuk ekspor sebenarnya tidak rumit, tetapi memang perlu proses. Untuk itulah perlunya pembekalan dan pendampingan bagi [UMKM] yang memiliki produk berpotensi atau baru memulai ekspor," ujar Ira.

Ira menilai minimnya ekspor produk Indonesia disebabkan belum banyak yang memahami tata cara ekspor. Jika masyarakat paham akan sangat mudah untuk berjualan lintas negara.

“Produk [UMKM] Indonesia banyak yang bagus dan mampu bersaing di pasar global, namun belum banyak yang mengerti bagaimana menembus pasar ekspor. Hal itu disebabkan oleh kurangnya informasi dan pengetahuan tentang tata cara ekspor serta regulasi ekspor baik di Indonesia dan negara tujuan ekspor," paparnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Diaspora Indonesia yang berasal dari Jepang, Belgia, Amerika Serikat, dan Inggris didampingi oleh jajaran PGO Global Enterpreneur Network.

MoU ini akan ditindak lanjuti dengan pembentukan Rumah Dagang (Trading House) OK OCE Global serta Pusat Informasi dan Peningkatan kapasitas pelaku dan produk UMKM ekspor nasional.

Tag : OK OCE
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top