DPRD DKI Minta MRT Jakarta Segera Siapkan Koridor Barat-Timur

DPRD DKI meminta PT Mass Rapid Transit Jakarta mempersiapkan rencana pembangunan koridor Barat-Timur seiring dimulainya pembangunan konstruksi fisik Koridor I Fase II Selatan-Utara, Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan.
Feni Freycinetia Fitriani | 31 Oktober 2018 19:48 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I, Senin (11/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--DPRD DKI meminta PT Mass Rapid Transit Jakarta mempersiapkan rencana pembangunan koridor Barat-Timur seiring dimulainya pembangunan konstruksi fisik Koridor I Fase II Selatan-Utara, Bundaran Hotel Indonesia-Kampung Bandan.

“Saya bilang ke Pak Dirut MRT [William Sabandar] ini koridor Timur-Barat harus segera dipikirkan. Jadi begitu nanti fase I selesai, lanjut fase II. Jadi enggak tunggu-tungguan," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Rabu (31/10/2018).

Dia menuturkan jika persiapan koridor Selatan-Utara dan Timur-Barat terputus, maka akan sulit untuk diselesaikan secara tuntas.

Adapun, koridor Barat-Timur dimulai dari Kali Deres, Jakarta Barat hingga Ujung Menteng, Jakarta Timur.  

"Ibaratnya kalau kerja, capek, capek sekalian. Tapi hasilnya jelas dan dinikmati oleh anak cucu,” ujarnya.

Selain itu, politisi PDIP itu juga meminta PT MRT Jakarta lebih memperhatikan aspek perawatan stasiun dan kereta. Hal ini harus dilakukan agar fasilitas yang sudah dibeli pemerintah tidak mudah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Seperti aksi vandalisme terhadap kereta MRT Jakarta di Depo Lebak Bulus beberapa waktu lalu.

“CCTV harus dipasang semuanya. Masinis juga harus diperhatikan agar mampu mengemudikan dan mengontrol laju kereta dengan baik. Perawatannya juga tolong diperhatikan,” tuturnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan pihaknya merencanakan pembangunan fase III akan dilakukan lebih cepat lagi. Diharapkan pada tahun 2020, konstruksi fisik fase III sudah bisa dilaksanakan.

“Koridor Barat-Timur Kali Deres sampai Ujung Menteng studinya baru 31 kilometer. Jadi sepanjang 31 kilometer ini akan kita bangun juga," ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan masih menghitung nilai investasi yang dibutuhkan. Pasalnya, anggaran yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta serta pinjaman dari Jepang sangat terbatas.

Karena itu, William berencana mencari pendanaan alternatif ke investor secara umum, bukan fokus ke pemerintah.

"Untuk proyek koridor Barat-Timur, PT MRT Jakarta akan menawarkan kerja sama kepada pihak swasta dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha [KPBU]," ungkapnya.

Seperti diketahui, fase III Kali Deres-Ujung Menteng sebelumnya sempat dicoret Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dari daftar prioritas Proyek Strategis Nasional (PSN). Pencoretan proyek ini dilakukan bersamaan dengan pencoretan 14 proyek infrastruktur lainnya.

Karena dicoret, Fase III proyek MRT yang awalnya dirancang sepanjang 87 kilometer dan terbentang mulai dari Balaraja di Provinsi Banten hingga Cikarang, Jawa Barat, untuk sementara, difokuskan pada trase yang berada di kawasan Jakarta.

Tag : mrt, dprd dki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top