Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantah Menhub Budi Karya, Dishub DKI Tak Ada Terminal Bayangan Pulogebang

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membantah adanya terminal bayangan di Terminal Pulogebang.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 19 Mei 2019  |  11:59 WIB
Terminal Pulogebang - Berita Jakarta
Terminal Pulogebang - Berita Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta membantah adanya terminal bayangan di Terminal Pulogebang Jakarta Timur.

Hal ini mengklarifkasi pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengancam akan mengambil alih Terminal Pulogebang apabila masalah terminal bayangan tidak segera diselesaikan.

“Fakta di lapangan selama ini tidak Ada terminal bayangan di sekitar kawasan Terminal Terpadu Pulogebang,” ujar Plt Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, Sabtu (18/5/2019).

Sigit mengatakan pihaknya bakal memberikan sanksi berupa pemberhentian operasi ataupun pengadaan kepada operator yang melanggar.

Adapun untuk saat ini pihaknya telah mengenakan hukuman stop operasi dan pengadaan atas 892 bus AKAP yang melakukan pelanggaran berat.

Dishub pun juga telah melaporkan penindakan tersebut kepada Kemenhub agar bisa dilanjutkan dengan pencabutan atau pembekuan izin bus AKAP tersebut.

Namun, dari 892 bus AKAP yang telah dilaporkan, Kemenhub baru membekukan operasional dari 3 bus AKAP. "Diperlukan ketegasan sehingga efek jera atas pelanggaran tersebut bisa optimal," kata Sigit.

Untuk diketahui, saat ini tercatat ada 180 PO yang beroperasi di Terminal Pulogebang sesuai dengan izin trayek Kemenhub dimana 96 diantaranya aktif beroperasi.

12 PO pun juga telah dikenakan sanksi penutupan loket karena mengenakan tarif tidak sesuai dengan tiket serta menurunkan penumpang tidak pada terminal tujuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI Budi Karya Sumadi terminal bus
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top