BI DKI Jakarta Dorong Kota Tua Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan bahwa Kota Tua sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta perlu dimaksimalkan keberadaannya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  20:52 WIB
BI DKI Jakarta Dorong Kota Tua Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi
Wisata Kota Tua, Jakarta. - Bisnis

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan perekonomian di wilayahnya, termasuk Jakarta.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan bahwa Kota Tua sebagai salah satu destinasi wisata di Jakarta perlu dimaksimalkan keberadaannya sehingga bisa mendatangkan banyak wisatawan yang berdampak terhadap sektor perekonomian.

“Kami yakin Kota Tua ini bisa jadi pariwisata andalan di Jakarta dan jadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara. Tapi memang perlu melibatkan banyak pihak terkait untuk saling bersinergi bersama,” katanya di Yogyakarta, Selasa (16/7/2019) malam.

Keyakinan tersebut dilandasi oleh beberapa hal, misalnya lokasi yang strategis dengan akses menuju tujuan yang mudah. Selain itu, Kota Tua juga menyimpan banyak bangunan cagar budaya yang menyimpan segudang sejarah.

Sementara itu, Hamid juga tak memungkiri terdapat banyak halangan dalam pengelolaan kawasan tersebut. Dia mencontohkan masih semrawutnya arus manusia yang bergerak di Kota Tua dan banyak pedagang kaki lima yang berkeliaran bebas.

Belum lagi, faktor alam yang dekat dengan pesisir sehingga berpengaruh terhadap bangunan cagar budaya serta kurangnya pemahaman tata cara penanganan bangunan yang ada, “Sekali lagi ini perlu kerja sama semua pihak karena ada banyak elemen disana, pariwisata, ekonomi, tata letak, budaya,” ujarnya.

Hamid menyampaikan bahwa jasa di sektor pariwisata merupakan sumber perekonomian langsung yang bisa dirasakan oleh masyarakat dan daerah tersebut. Dia berharap Kota Tua bisa menopang pendapatan daerah sekaligus menjadi ikon utama bagi Jakarta.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Norviadi Setio Husada mengatakan pihaknya telah menyiapkan rencana prioritas mulai dari revitalisasi area dalam kawasan, revitalisasi bangunan, hingga penataan tata ruang.

Dia menuturkan salah satu strategi yang akan diterapkan adalah pengembangan destinasi wisata Kota Tua berdasarkan karakteristik kawasan, yaitu kampung China [Pecinan] di kawasan Glodok, Kampung Arab di kawasan Pekojan, dan kawasan pesisir di Sunda Kelapa.

“Orang sekarang taunya Kota Tua itu cuma Taman Fatahillah padahal engga itu aja, Kota Tua itu kan luas. Kami coba buat nanti kawasan-kawasan gitu, sekaligus juga mengenalkan informasi yang utuh tentang kawasan Kota Tua,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota tua

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top