Bursa Cawagub DKI: Gerindra-PDIP Mesra, Sinyal Dukungan Terbuka

Gerindra melanjutkan safari politik memperkenalkan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta besutannya, Ahmad Riza Patria ke Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  16:29 WIB
Bursa Cawagub DKI: Gerindra-PDIP Mesra, Sinyal Dukungan Terbuka
Balai Kota DKI Jakarta - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Gerindra melanjutkan safari politik memperkenalkan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta besutannya, Ahmad Riza Patria ke Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dalam kunjungannya ke partai berlambang banteng itu, nuansa sindiran berkaitan isu perpolitikan nasional kental terasa.

Namun, keduanya juga tampak saling memuji, sebagai sesama saingan berat yang berhasil mendominasi suara rakyat di Ibu Kota maupun di kancah nasional.

"Gerindra dan PDIP kan bersaudara dari awal. Jadi kalau saudara itu ada yang menyimpang sedikit, nantinya balikan lagi. Sekarang juga udah balik," ungkap Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik, Rabu (5/2/2020).

Menurut Taufik, PDIP merupakan fraksi kunci, penentu kemenangan. Sehingga dipilih sebagai Fraksi DPRD DKI Jakarta bagian akhir yang dikunjungi.

Seperti diketahui, partai berlambang Garuda Emas ini telah berkunjung ke semua partai kecuali Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Dua partai yang memperebutkan kursi DKI-2 ini diagendakan bertemu pada Senin (10/2/2020).

Dalam kesempatan ini, Riza mengamini pendapat Taufik, "Kami sebagai sebuah partai tentu punya keinginan menjadi yang terbaik. Menang di Jakarta, menang di negeri ini, tapi memang harus diakui melawan PDIP sulit. Kalah senior kita, jadi sudah sepantasnya kami harus belajar."

"Saya ini punya adek laki-laki, karena umurnya bedanya sedikit, biasa, jadi saling nggak mau kalah. Jadi kita berdebat tiap hari, pukul-pukulan juga. Tapi bapak bilang 'biarin aja, namanya laki-laki, kalau saudara pasti balik lagi. Sama seperti tadi dibilang, walaupun pukul-pukulan di Pileg, Pilpres, Pilkada, tapi kita bersaudara karena partai nasionalis, mengedepankan kebangsaan, kebhinekaan, Pancasila," tambahnya.

Anggota Fraksi PDIP Johny Simanjuntak berpendapat bahwa Gerindra dan partainya hanya beda-beda tipis. Saling mengkritik calon pemimpin besutan masing-masing merupakan hal biasa, terpenting dengan niat memajukan Jakarta.

Oleh sebab itu, Johny berharap saran dan ide dari kedua partai bisa dipertemukan apabila Riza yang terpilih sebagai wakil gubernur.

Sementara anggota senior Fraksi PDIP Syahrial berharap agar Riza mampu memperbaiki hubungan yang kurang cair antara eksekutif dan legislatif DKI Jakarta, serta hubungan Ibu Kota dengan daerah penyangga.

Wakil Ketua Fraksi PDIP Ima Mahdiah pun mengungkap hal senada. Menurutnya kini, hubungan Pemprov DKI dengan pemerintah pusat, serta kesiapan Pemprov DKI menjalankan hal-hal teknis pembangunan masih kurang optimal.

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono pun menanggapi saran-saran dari anggotanya dengan bercanda.

"Ini seperti sinyal [dukungan], ya. Permintaan itu kan sinyal. Kalau sudah minta ini, minta itu, berarti kan sinyal itu," ungkap Gembong disusul tawa para peserta kunjungan.

Namun, Gembong menekankan bahwa PDIP masih memiliki tahapan-tahapan internal dalam penentuan keputusan memilih pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gembong pun berharap bahwa Riza nantinya bisa mengisi kekurangan-kekurangan Anies selama menjabat, "Makanya saya kaget kalau pak Riza kemarin bilang pak Anies nggak ada kekurangannya. Justru kita itu ingin memilih wakil gubernur yang mampu mengisi kekurangan Anies ketika menjalankan tugasnya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wagub dki

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top