Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Para Pengantin, Ingat! Jangan Dulu Buat Resepsi di Jakarta Ya

Pemrov DKI Jakarta belum mengizinkan gedung-gedung menyelenggarakan pesta pernikahan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  22:05 WIB
Ilustrasi - Wisegeek
Ilustrasi - Wisegeek

Bisnis.com, JAKARTA - Menikah tanpa resepsi ibarat sayur sop tanpa wortel, kentang dan bahan sayuran lainnya. Betapa pun, di Indonesia, pesta atau resepsi pernikah sudah menjadi bagian yang melekat dalam suatu pernikahan.

Gedung gedung konvensi harus dipesan jauh-jauh hari jika ada pasangan yang berencana menyelenggarakan resepsi pernikahan. Tapi, itu hanya terjadi di saat normal. Di masa pandemi Covid-19 saat ini, resepsi pernikahan menjadi salah satu acara yang terlarang untuk sementara.

Pemerintah DKI Jakarta termasuk yang belum membolehkan penyelenggaraan perayaan pernikahan pada perpanjangan ketiga PSBB transisi fase pertama.

"Kami menilai sekarang masih rawan, karena di beberapa tempat acara pernikahan terjadi transmisi penularan virus," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Cucu Ahmad Kurnia kepada Tempo, Selasa (4/8/2020).

Penyelenggara pernikahan telah merancang pernikahan dengan konsep normal baru, namun pemerintah melihat penyelenggaraan pernikahan tetap rawan terhadap penularan Covid-19. "Apalagi penyelenggaraan pernikahan yang dilakukan di rumah."

Di sisi lain, Pemerintah DKI melihat masih ada sejumlah warga yang mengabaikan imbauan pemerintah hingga memaksakan menyelenggarakan resepsi pernikahan.

Pemerintah berharap masyarakat bersabar untuk menunda penyelenggaraan resepsi pernikahan.

Pada masa transisi ini, kata Cucu, lebih baik calon pengantin melaksanakan akad terlebih dahulu di Kantor Urusan Agama atau rumah ibadah. "Karena sekarang Kementerian Agama telah membolehkan menyelenggarakan akad pernikahan di rumah ibadah. Tapi dengan total undangan maksimal 30 orang."

Cucu mengatakan Pemerintah DKI tidak segan menjatuhkan hukuman kepada gedung yang menyewakan tempat untuk menyelenggarakan pernikahan pada masa transisi ini.

Gedung yang menyewakan tempat resepsi pernikahan bakal ditutup sementara dan pengelolanya dijatuhi denda Rp10 juta sesuai Peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang PSBB transisi.

"Kami tidak melarang pernikahan, yang kami larang hanya resepsinya karena kondisi wabah masih belum kondusif," ujar Cucu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta pernikahan covid-19

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top