Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wagub Ariza Pilih Opsi Perpanjang PSBB Transisi Fase I DKI Jakarta

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperpanjang PSBB untuk kelima kalinya sejak 5 Juni lalu.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  21:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membeberkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal tetap mengambil opsi untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

Hal itu diungkapkan Ariza sehubungan dengan berakhirnya PSBB transisi fase I jilid keempat besok, Jumat (28/8/2020). Dengan demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memperpanjang PSBB untuk kelima kalinya sejak 5 Juni lalu.

“Ya kita masih perpanjangan [PSBB transisi fase I] karena angkanya masih cukup tinggi, yang penting semua dalam kontrol dalam kendali,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (27/8/2020).

Ariza menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) ihwal perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I jilid kelima tersebut. Sehingga, menurut dia, tidak ada kekosongan regulasi ihwal penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

“Prinsipnya kita terus melakukan evaluasi, pak gubernur memimpin langsung tanggal 26 kemarin, mungkin besok dibahas kembali. Mungkin besok atau lusa lah paling lambat diputuskan. Sedang disusun juga Pergubnya untuk perpanjangan,” ujarnya.

Dia menerangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya memiliki tiga opsi terkait status PSBB di DKI Jakarta. Pertama, memasuki masa sehat aman dan produktif. Kedua, tetap melanjutkan PSBB transisi. Terakhir, kembali ke PSBB ketat atau awal sebelum PSBB transisi.

“Melihat situasi dan kondisi seperti ini memang ada peningkatan [kasus positif Covid-19], tapi kalau lihat sesungguhnya Jakarta terkendali. Terkendali tuh apa maksudnya? Maksudnya angka yang tinggi itu karena banyaknya testing, kemudian kita tracing dan treatment,” kata dia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebutkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 8.587 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 7.127 orang dites PCR hari ini sebanyak 820 orang dinyatakan positif dan 6.307 negatif.

"Dari 820 kasus positif tersebut, 250 kasus baru hari ini adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 56.246. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 43.270," kata Dwi Oktavia dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 7.027 orang. Mereka tercatat masih dirawat atau melakukan isolasi mandiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top