Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reaksi Anies saat DPRD DKI Usul Bansos dan KJP Pelanggar PSBB Ditangguhkan

Jika penerima bansos dan melanggar PSBB, maka pencabutan bansosnya tapi tidak permanen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  07:59 WIB
Siswa pemilik Kartu Jakarta Pintar - Antara
Siswa pemilik Kartu Jakarta Pintar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA  - Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria pernah menyarankan langkah tegas, yaitu penangguhan berbagai bantuan bagi para pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya pernah menyarankan pada gubernur bagi masyarakat jika pelanggarannya dilakukan oleh anak-anak sekolah cabut KJP-nya," kata Iman saat dihubungi di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

Jika penerima bansos dan melanggar PSBB, maka pencabutan bansosnya tapi tidak permanen.

"Ada jangka waktunya misalnya tiga bulan. Lalu, untuk yang bukan penerima apa-apa kenakan denda yang besar," katanya.

Hal tersebut, kata Iman, terpikirkan karena perkembangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Jakarta yang belum terlihat membaik dengan tingkat konfirmasi positif sekitar 10 persen, ditambah perilaku masyarakat yang seolah acuh terhadap "musuh yang tidak terlihat ini".

Alasannya usulan tersebut, ujar Iman, agar ada efek jera pada masyarakat yang acuh terhadap pembatasan sosial. Masyarakat harus mengubah perilaku dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Saya bilang ke gubernur bahwa masyarakat harus diberi contoh agar jera. Ini bisa dilakukan sebagai warning. Kalau dilakukan efek dominonya bisa ke mana-mana," katanya.

Namun, tutur Iman, Anies tidak setuju dan berpendapat lain untuk mendisiplinkan masyarakat.

"Pak gubernur bilang 'waduh Pak Iman jangan sampai ke tingkat itu lah" Pak Anies mungkin baik atau ada pikiran lain dengan denda yang bertingkat (progresif) atau lainnya," tutur dia.

Terkait dengan PSBB transisi fase 1 yang kini diperpanjang untuk kelima kalinya, Iman mengatakan tak masalah Pemprov DKI tetap memposisikan kebijakan seperti saat ini selama masih bisa mengendalikan perkembangan Covid-19 ini.

"Tapi kalau sudah di luar kendali itu harus berani ambil sikap lebih tegaslah. Orang yang gak patuh itu banyak di wilayah-wilayah, karena di kampung itu tak ada petugas padahal di situlah yang banyak menular. Jadi harus turun lah ke sana," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan perpanjangan PSBB transisi fase 1 untuk kelima kalinya pada akun sosial medianya.

Dalam pantauan di Jakarta pada Jumat  (28/8/2020) dini hari, setidaknya Anies mengumumkan perpanjangan PSBB transisi fase 1 yang berupa gambar dengan berisi informasi waktu perpanjangan mulai tanggal 28 Agustus 2020 hingga 10 September 2020 mendatang pada akun Twitter dan Instagram.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu jakarta pintar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top