Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta, Jangan Kaget Jika TNI - Polri Razia di Perkantoran

Hari ini operasi yustisi untuk pendisiplinan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19 berlangsung di DKI Jakarta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 September 2020  |  11:49 WIB
Ilustrasi-Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat saat menggelar razia masker di Pasar Pagi Asemka, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2020)./ANTARA - HO/Satpol PP Jakarta Barat
Ilustrasi-Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat saat menggelar razia masker di Pasar Pagi Asemka, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2020)./ANTARA - HO/Satpol PP Jakarta Barat

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya hari ini menggelar operasi yustisi protokol kesehatan. Bersama tim gabungan dari TNI, Dishub dan Satpol PP, polisi menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19 di delapan lokasi Ibu Kota.

Delapan titik tersebut yakni Pasar Jumat berbatasan dengan Tanggerang, Jalan Perintis Kemerdekaan berbatasan dengan Bekasi, Kalimalang, Kalideres, Tugu Tani, Jalan Asia Afrika, Bundaran Hotel Indonesia dan Semanggi.

"Itu ada delapan titik, kita melaksanakan operasi yustisi gabungan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo di Jakarta, Senin.

Sambodo menyebutkan pihaknya tidak lagi memberikan imbauan tetapi langsung penindakan bagi yang melanggar aturan PSBB.

"Kita sudah mulai langsung penindakan. Dalam Pergub 79 di situ ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan termasuk sanki apabila kewajiban tersebut tidak dilaksanakan," ujarnya.

Sambodo menyebutkan operasi tersebut tidak hanya berlangsung secara situasional di delapan titik melainkan akan ditindaklanjuti oleh jajaran Polres yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Tentu ini akan ada imbangan dari Polres-polres penyangga dan dilaksanakan selama 24 jam," katanya.

Selain itu, lanjut Sambodo, akan ada patroli gabungan dari jajaran Polres, TNI, Sudin Perhubungan dan Satpol PP. Patroli di wilayah ini dilakukan secara bergerak atau mobile.

"Nanti ada tim patroli yang akan berkeliling, kemudian apabila ditemukan masyarakat yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan dalam Pergub 88 tersebut, tentu akan dilaksanakan penindakan," ujar Sambodo.

Sambodo menambahkan, sesuai Pergub Nomor 88 Tahun 2020, penindakan pelanggaran PSBB baru ini tetap dilaksanakan oleh jajaran Satpol PP dan Dinas Perhubungan.

Razia ke Perkantoran

Sambodo tidak menyebutkan jika razia juga akan dilakukan hingga ke perkantoran. Namun, jika hal itu terjadi, masyarakat tidak perlu kaget.

Sinyal atas razia hingga ke perkantoran sempat dinyatakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Menurut Airlangga pemerintah akan menggelar operasi yustisi hingga ke perkantoran. Hal itu dilakukan untuk memastikan kedisiplinan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Pemerintah akan menggelar operasi yustisi yaitu operasi yang akan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan ini tadi sudah dilaporkan juga dalam komite yang melibatkan juga Wakapolri dan Wakasad sehingga ini akan terus dijalankan juga termasuk di perkantoran,” ujar Airlangga dalam konferensi video, Kamis, 10 September 2020.

Sementara itu Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya telah meluncurkan program Operasi Yustisi penegakan pemakaian masker di seluruh Indonesia. Masyarakat yang terjaring dalam razia ini akan mendapat tindakan tegas dari aparat gabungan

"Hari ini kami launching Operasi Yustisi penegakan masker. Di situ ada polisi, TNI, Satpol PP, kejaksaan, hakim itu akan dilakukan pagi, siang, malam untuk masyarakat dengan sanksi yang tegas," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2020.

TNI Humanis Tapi Tegas 

Di Jakarta, TNI mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama mematuhi PSBB penuh yang kembali diberlakukan di Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta atau Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

"Kami mohon kepada seluruh masyarakat agar mengetahui dan menyadari bahwa pemberlakuan PSBB ini untuk kepentingan masyarakat karena di bulan September ini kasus sudah semakin meningkat," ujar Pangdam  Jaya.

Pangdam Jaya menyampaikan hal tersebut saat bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan informasi soal PSBB di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

"Tentunya kami dan pihak keamanan akan bertindak secara persuasif dan humanis, kami mohon seluruh masyarakat untuk memahani apa yang kami lakuan, ketegasan diutamakan agar Covid tidak meningkat," ujar Dudung.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana menyatakan bakal memprioritaskan penegakan hukum secara humanis dan persuasif bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kami akan terus melakukan upaya dan pencegahan dan juga terkait edukasi dan sosialisasi dan juga terkait ploting-ploting anggota di keramaian,” kata Nana.

Nana menyatakan Polda bersama pemerintah daerah, kejaksaan, dan kehakiman bakal melakukan operasi yustisia untuk meningkatkan kedisiplinan dan penegakan hukum penerapan protokol kesehatan.

“Untuk pelaksanaan operasi yustisia ini, sesuai rencana ini kan dilakukan mulai besok juga, tanggal 14 September 2020. Sasaran tentunya kami akan tetap secara humanis, persuasif tetapi perlu ada ketegasan,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Asri Agung Putra berharap operasi yustisia akan efektif menekan perilaku warga yang memicu angka kenaikan infeksi Covid-19.

“Kita akan lakukan secara efektif. Kalaupun ada tindakan kejahatan seperti mengambil jenazah Covid-19, kita akan kenakan UU Karantina Kesehatan dan KUHP,” kata Kajati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masker Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara/Tempo.co/Bisnis.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top