Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaster Perkantoran, Beda Data Dinkes DKI dengan BCA Finance

Dalam laporan itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada klaster kantor swasta di BCA Finance sebanyak 19 orang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 September 2020  |  15:28 WIB
Kantor BCA Finance - Istimewa
Kantor BCA Finance - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Bank Central Asia (BCA) Finance Amirdin Halim menampik pencatatan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta.

Sebelumnya, Bisnis menulis laporan berjudul “Catat! 11 Klaster Corona Kantor Swasta Tertinggi di DKI” berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinkes DKI Jakarta per 7 September 2020 lalu yang dirilis melalui https://corona.jakarta.go.id/id/data-visualisasi.

Dalam laporan itu, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada klaster kantor swasta di BCA Finance sebanyak 19 orang.

“Bersama ini kami sampaikan bahwa data tersebut tidak sesuai dengan data yang tercatat pada sistem administrasi kepegawaian dan tidak pernah diklarifikasikan kepada PT. BCA Finance,” kata Amirdin melalui keterangan resmi kepada Bisnis pada Jumat (18/9/2020).

Menurut Amirdin, total kasus karyawan PT. BCA Finance wilayah DKI yang terinfeksi Covid-19 sebanyak tujuh orang yang tersebar di kantor-kantor cabang wilayah DKI JAkarta.

“Di mana terhadap karyawan tersebut telah dilakukan proses perawatan kesehatan sesuai dengan ketentuan Dinas Kesehatan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta telah membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan kesehatan kerja (P2K3) yang diarahkan untuk menjadi pengawas internal perusahaan selama pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI, Andri Yansah mengatakan P2K3 itu memiliki 25 tim yang bakal melakukan pemeriksaan terhadap perkantoran maupun perusahaan swasta.

“Kita membentuk tim pengawas atau pemeriksa di mana satu wilayah kota kita bentuk 5 tim di mana tim itu terdiri dari 4 anggota,” kata Andri melalui sambungan telepon, Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan data yang dimiliki Dinaskertrans, jumlah badan usaha yang terdaftar di DKI Jakarta sebanyak 79.878 perusahaan. Data itu dihimpun melalui WL online sampai 14 September 2020 lalu.

Berbeda dengan PSBB Jilid I, PSBB kali ini fokus untuk mengatasi peningkatan penularan Covid-19 di kawasan perkantoran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca finance covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top