Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Okupansi Ruang Isolasi RS Rujukan Covid-19 Jakarta Capai 83 Persen

Per 20 September, Pemprov DKI Jakarta mencatat dari 4.508 tempat tidur ruang isolasi di 67 rumah sakit rujukan sudah terisi 83 persen.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 23 September 2020  |  12:45 WIB
Penampakan hotel Patra Jasa Jakarta serta menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. - Istimewa / Pertamina
Penampakan hotel Patra Jasa Jakarta serta menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ) sebagai Rumah sakit khusus rujukan pasien Covid-19. - Istimewa / Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan data tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi harian di 67 tumah sakit rujukan untuk perawatan Covid-19. Berdasarkan data itu, tercatat 83 persen sudah terisi.

Per 20 September, Pemprov DKI Jakarta mencatat dari 4.508 tempat tidur ruang isolasi di 67 rumah sakit rujukan sudah terisi 83 persen. Padahal, WHO merekomendasikan agar keterisian rumah sakit yang menangani Covid-19 maksimal 60 persen agar bisa beroperasi dengan baik.

Adapun, berdasarkan data terakhir pada Selasa (22/9/2020) DKI Jakarta mendapat tambahan kasus sebanyak 1.122, sehingga total kumulatifnya menjadi 65.318 kasus. Adapun, kasus aktif atau yang masih sakit dan dirawat baik isolasi mandiri maupun di rumah sakit sebanyak 13.221 orang.

Sementara itu, jumlah orang yang sembuh bertambah 843 sehingga totalnya menjadi 50.473 orang, dan yang meninggal bertambah 32 orang sehingga Secara kumulatif menjadi 1.624 orang.

Meskipun demikian, tren kesembuhan di DKI Jakarta mengalami peningkatan, dan tren angka kematian akibat Covid-19 mengalami penurunan.

Tercatat angka kesembuhan Covid-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 77,3 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari tingkat kesembuhan nasional 72,7 persen dan global 73,4 persen.

Senada, tingkat kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta berada di 2,5 persen atau lebih rendah dari nasional sebesar 3,9 persen dan global 3,1 persen.

Sebelumnya, Ketua Umum PB IDI dokter Daeng Faqih mengatakan bahwa saat ini tenaga kesehatan di rumah sakit yang ada, terutama di DKI Jakarta, sudah mulai kewalahan menangani pasien Covid-19. Oleh karena itu IDI bekerja sama dan meminta pemerintah dan organisasi serta asosiasi kesehatan agar menambah kapasitas pelayanan.

“Karena kami khawatir ada saudara kita yang sakit lain dan tidak dapat ruangan. Selain itu, kalau tidak ditambah kapasitasnya petugas kesehatan akan gampang kelelahan sehingga bisa lebih rentan terpapar Covid-19,” ungkapnya pada konferensi pers, Selasa (22/9/2020).

Kedua, IDI bersama dengan tenaga kesehatan lainnya, pemerintah, Satgas Penanganan Covid-19, dan Komite Penanggulangan Covid-19 juga akan lebih gencar mendorong masyarakat agar disiplin protokol kesehatan.

“Karena kalau tidak, penularan di tengah masyarakat akan tetap tinggi. Jadi walaupun kapasitas sudah ditambah nanti akan tetap penuh dan terlampaui jumlah kapasitas yang ada. Kampanye disiplin protokol kesehatan ini minimal agar masyarakat disiplin pakai masker dengan baik, tutup hidung sampai dagu,” tegasnya.

Daeng menyebutkan, saat ini tenaga kesehatan, termasuk dokter sudah mulai kewalahan. Selama menghadapi pandemi Covid-19 dalam enam bulan terakhir sudah ada 117 dokter yang tersebar di seluruh Indonesia yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top