Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Pekan PSBB Jilid II, Jumlah Penumpang MRT Rontok

PT MRT Jakarta optimistis raihan laba perusahaan pada tahun ini sama dengan capaian pada tahun lalu di kisaran Rp70 miliar, dengan catatan masa transisi pandemi Covid-19 menuju new normal berhasil dilalui.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 September 2020  |  16:00 WIB
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) melintas di Jakarta, Minggu (18/8/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Rata-rata jumlah penumpang kereta moda raya terpadu (MRT) Jakarta anjlok sampai di angka 13.101 orang per hari setelah pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pekan terakhir.

Data itu dihimpun mulai dari 1 September hingga 28 September 2020. Malahan, pada Januari 2020 jumlah penumpang harian sempat menyentuh di angka 85.105. Bulan berikutnya, selama Februari 2020, jumlah penumpang harian MRT Jakarta tercatat di angka 88.444 orang.

“Sebelum pandemi Januari sampai Februai kita sebenarnya angkanya menuju 100 ribu penumpang, sudah terlihat progresnya menuju 80 ribu, di Maret kita terserang Covid-19, jadi ridership menurun bahkan di bulan Mei itu angkanya sangat rendah tetapi di bulan Juni angkanya sudah mulai naik lagi setelah PSBB transisi,” kata Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta William Sabandar dalam webinar pada Rabu (30/9/2020).

Selama pemberlakuan PSBB transisi, dia mengatakan, tren jumlah penumpang berada di kisaran 11.351 orang pada Juni, 18.050 pada Juli dan 16.927 pada Agustus.

“Kita berharap bahwa PSBB ini terus dapat efektif menekan kasus Covid-19 sehingga pada saat relaksasi jumlah penumpang dapat berjalan,” kata dia.

Sebelumnya, PT MRT Jakarta optimistis raihan laba perusahaan pada tahun ini sama dengan capaian pada tahun lalu di kisaran Rp70 miliar, dengan catatan masa transisi pandemi Covid-19 menuju new normal berhasil dilalui DKI Jakarta sesuai dengan jadwal.

Dia mengatakan pihaknya telah memperkirakan pendapatan tiket (farebox) dari ridership bakalan anjlok akibat pandemi Covid-19.
Namun, dengan kondisi Jakarta yang kini telah memasuki masa PSBB transisi menuju new normal, dia mengaku optimistis masih bisa menerapkan skenario moderat.

Dalam skenario ini, MRT Jakarta memperkirakan periode Juni-September sebagai masa rebound untuk menggaet penumpang kembali, dan Oktober-Desember sebagai masa stabil diiringi dengan meningkatkan pendapatan nontiket (nonfarebox).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top