Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan Jakarta International Stadium Rampung 30 Persen

Pembangunan Jakarta International Stadium sempat terkendala imbas terbatasnya kuota impor baja dari China.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  17:55 WIB
Maket komplek Jakarta International Stadium (JIS). - Bisnis/Aziz Rahardyan
Maket komplek Jakarta International Stadium (JIS). - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA — Progres kontruksi Jakarta International Stadium, JIS, hingga saat ini sudah mencapai 30 persen.

Demikian disampaikan Project Engineer Jakarta International Stadium Fadlillah Akmal Yusron, Selasa (6/10/2020).

“Untuk progres 30 persen ini kita fokus pada area main stadium juga beberapa area luar, ada di sana dua lapangan latih, sekarang juga fokus ke sana,” kata Akmal dalam diskusi virtual.

Dia mengatatakan pengerjaan JIS tetap berlanjut dengan memerhatikan protokol kesehatan.

Di sisi lain, Corporate Communication Jakpro Arnold Kindangen membeberkan pembangunan Jakarta International Stadium sempat terkendala imbas terbatasnya kuota impor baja dari China.

Akibatnya, target pengerjaan JIS sebagai salah satu program yang diusulkan mendapat bantuan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terhambat pada tahun ini.

“Progres terakhir kita ada deviasi minus. Hal ini terjadi karena kita ada kendala sehubungan dengan impor. Jadi sebagian dari material kami khususnya untuk di kontruksi atap kita material bajanya itu impor dari China. Tetapi Pemerintah mengupayakan kebijakan memberdayakan industrial lokal sehingga yang kita ajukan impornya itu jauh dari harapan,” kata Arnold.

Arnold mencontohkan, kebutuhan kontruksi atap JIS membutuhkan 5.000 ton baja, tetapi izin untuk impor dari China baru disetujui sekitar 200 ton saja.

“Kita sedang progres penambahan kuota [impor], semoga saja satu dua bulan ini bisa kita kejar impornya,” kata dia.

Jakarta International Stadium (JIS) termasuk salah satu program yang diajukan untuk mendapat pendanaan bantuan dari pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Latar belakang pengajuan itu disebutkan karena proyek JIS termasuk dalam kegiatan pembangunan Penyertaan Modal Daerah (PMD) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Karena pembagunan kami adalah PMD sehingga salah satu bentuk daripada Pemprov untuk membantu pembagunan ini terus bisa berjalan kita mendapatkan bantuan pinjaman dari PEN, ini yang diajukan oleh Pemprov,” kata Arnold.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov dki jakarta jakpro Jakarta International Stadium
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top