Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

2 Pekan Demo UU Ciptaker, Wagub DKI: Tak Ada Kenaikan Kasus Covid-19

Sejak akhir September 2020 hingga 9 Oktober 2020 grafik penambahan pasien Covid-19 di DKI Jakarta sudah mulai mendatar secara konsisten.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  18:59 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan belum ada tanda-tanda kenaikan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah ibu kota setelah adanya aksi demontrasi penolakan UU Cipta Kerja selama dua pekan terakhir.

“Sampai hari ini belum ada tanda-tanda peningkatan justru yang terjadi kecendrungannya menurun kita bersyukur angka di nasional kasus aktif atau positif juga menurun,” kata Ariza kepada awak media pada Jumat (23/10/2020).

Sejak PSBB transisi 5 Juni 2020 lalu, dia mengatakan, memang terjadi peningkatan kasus konfirmasi positif yang cukup signifikan. Hanya saja, pada akhir September 2020 sampai 9 Oktober 2020 grafik Covid-19 sudah mulai mendatar secara konsisten.

Pencapaian itu, menurut dia, dikarenakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meningkatkan segenap infrastruktur kesehatan terkait penanganan Covid-19.

“Angka kenaikan kesembuhan meningkat sekarang 84,2 persen, angka kematian turun 2,2 persen R0 1,07. Semua PCR kita tingkatkan melebihi dari standar yang diminta 6 kali melebihi dari standar, 1,16 juta lebih [kapasitas tes] PCR kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Zita Anjani menyoroti aksi demontrasi massa di DKI Jakarta terkait dengan pengesahan UU Cipta Kerja yang berpotensi menimbulkan klaster Covid-19 baru di tengah masyarakat.

“Di tengah DKI sedang PSBB, omnibus law ketok palu. Saya yakin yang berwenang tahu dampak dari pengesahan ini, pasti demo. Akhirnya, orang berkumpul lagi di Jakarta. Timbul klaster baru,” kata Zita melalui keterangan tertulis pada Kamis (8/10/2020).

Menurut dia, fenomena itu membuat disiplin masyarakat untuk tetap berada di rumah sambil menerapkan protokol kesehatan menjadi sia-sia.

“Kasihan rakyat lapar. Kalau tidak ada support dari semua pihak, lebih baik rakyat dibiarkan bebas saja. Biarkan mereka mencari nafkah untuk perkuat imunnya sendiri. Karena pemerintah tidak mampu, atau mungkin tidak mau untuk penuhi itu,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta demonstrasi Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top