Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurva Pandemi Covid-19 DKI Melandai, Epidemiolog: Jangan Senang Dulu

Dalam sepekan terakhir, tambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta hanya dua kali menembus 1.000 kasus, yakni pada 24 Oktober 2020 dan pada 21 Oktober 2020.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Petugas melakukan tes usap atau PCR test virus Covid-19 di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). GSI Lab melakukan tes usap Covid-19 secara walk thru, ride thru, dan drive thru. Bisnis - Hendri T Asworo
Petugas melakukan tes usap atau PCR test virus Covid-19 di Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), Jakarta, Rabu (12/8/2020). GSI Lab melakukan tes usap Covid-19 secara walk thru, ride thru, dan drive thru. Bisnis - Hendri T Asworo

Bisnis.com, JAKARTA – Kurva pandemi di DKI Jakarta menunjukkan mulai melandai selama beberapa pekan terakhir. Epidemiolog mengimbau agar masyarakat jangan lengah dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dalam sepekan terakhir, tambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta hanya dua kali menembus 1.000 kasus, yakni pada 24 Oktober 2020 sebanyak 1.062 kasus dan pada 21 Oktober 2020 sebanyak 1.000 kasus. 

Sementara di hari lainnya konsisten mendapat tambahan 900-an kasus, dan terendah pada Minggu 25 Oktober 2020 hanya sebanyak 771 kasus. 

Adapun, angka kesembuhan selama sepekan terakhir juga terus menerus lebih tinggi dari angka tambahan kasus positif.

Namun, Epidemiolog UI Pandu Riono mengimbau agar masyarakat tidak lengah dan tetap melaksanakan protokol kesehatan, termasuk mengantisipasi adanya libur panjang cuti bersama.

“Kurva Pandemi DKI Jakarta memang melandai untuk sementara waktu, belum menurun. Fase transisi stagnan. Perlu antisipasi hadapi fenomena lonjakan setelah liburan cuti bersama. Penduduk perlu menahan diri untuk tidak melakukan wisata dan tetap stay at home. Jaga perilaku 3M di mana saja,” ungkap Pandu melalui akun twitternya @drpriono1, Senin (26/10/2020).

Pandu melanjutkan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) terutama memakai masker adalah vaksin terbaik. 

“Sains membuktikan pakai masker yang benar dan konsisten dapat tekan penularan dan cegah kematian. Murah, aman, dan efektif. Jangan pandang remeh, cara pencegahan yang sederhana. Jangan terbuai oleh ilusi vaksin yang selalu dijanjikan itu,” tegas Pandu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top