Bisnis.com, JAKARTA — Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Standar Orang Miskin di Ibu Kota.
Dorongan itu muncul dalam Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2021 di DPRD DKI Jakarta pada Jumat (27/11/2020).
“Fraksi Partai Demokrat mendorong diterbitkan Pergub mengenai Standar Orang Miskin di Provinsi DKI Jakarta agar berbagai program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk warga miskin menjadi lebih tepat sasaran,” kata Anggota Fraksi Demokrat Neneng Hasanah.
Di sisi lain, Neneng turut menyoroti ihwal rendahnya serapan pinjaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di bidang usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Terkait dengan penempatan dana PEN yang disalurkan melalui Bank DKI Jakarta untuk percepatan pemulihan ekonomi, khususnya bagi UMKM, fraksi Partai Demokrat meminta agar Bank DKI lebih pro aktif untuk menjaring debitur dengan memberikan sosialisasi," kata dia.
Sebagai gambaran, dia menuturkan, dari target UMKM sebanyak 3.769 debitur, berdasarkan data per 31 Oktober 2020 hanya dapat direalisasikan sebanyak 835 debitur.
Baca Juga
"Hal ini tentunya menggambarkan belum adanya kesungguhan untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi tersebut," kata dia.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat terjadi penambahan angka pengangguran di wilayah DKI Jakarta sebanyak 251 ribu orang pada bulan Agustus 2020.
Total, berdasarkan data yang dihimpun BPS DKI Jakarta, jumlah penggaguran di Ibu Kota mencapai 572.780 orang.
Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga mengatakan dari jumlah itu, sekitar 175.890 orang memilih menganggur lantaran takut tertular Covid-19.
“Orang-orang yang menggangur, tidak mencari penghasilan memutuskan untuk menjadi penggaguran karena takut Covid-19 itu ada 175.890 orang. Bisa jadi, dia tadinya adalah seorang pedagang keliling tetapi adanya physical distancing takut tertular Covid-19 memutuskan untuk berhenti bekerja,” kata Buyung melalui keterangan virtual pada Kamis (5/11/2020).