Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pedagang Daging di DKI Jakarta Mogok Jualan, PD Dharma Jaya Keteteran

Konsumsi masyarakat DKI Jakarta terhadap daging sapi mencapai 7.000 ton per hari, sedangkan pasokan daging dari BUMD PD Dharma Jaya hanya 700 ton per bulan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  16:08 WIB
Ilustrasi - Pedagang menata daging sapi dagangan di los daging, Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/5). - Antara/Galih Pradipta
Ilustrasi - Pedagang menata daging sapi dagangan di los daging, Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (29/5). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA — Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat konsumsi masyarakat DKI Jakarta terhadap daging sapi mencapai 7.000 ton per hari. Di sisi lain, ketersediaan daging dari BUMD PD Dharma Jaya hanya berada di kisaran 700 ton per bulan.

“Kurang lebih konsumsi masyarakat 7.000 ton dan di Dharma Jaya stoknya di kisaran 700 ton per bulan. Tetapi itu kan stok yang kelihatan ada stok-stok di kantong-kantong seperti super market dan 1,2 ton akan didatangkan dari BKP,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati melalui sambungan telepon pada Kamis (21/1/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Suharini menyusul aksi mogok dari dari Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Provinsi DKI Jakarta buntut dari harga daging yang telah menembus di angka Rp130.000 per kilogram di tingkat pengecer.

“Untuk antisipasi kekosongan stok ini, Dinas KPKP bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan Kemenperin untuk menyediakan daging di Jakarta dengan harga di kisaran Rp70.000 sampai Rp90.000 per kilogram,” kata dia.

Sebelumnya, para pedagang daging sapi di kawasan Jabodetabek yang tergabung dalam APDI memulai aksi mogok jualan pada hari ini, Rabu (20/1/2021).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI Asnawi menjelaskan kenaikan harga telah dirasakan dari sisi usaha penggemukan sapi bakalan eks-impor. Dia mengatakan importir telah memperoleh harga yang tinggi dari negara produsen.

Selama ini, impor sapi bakalan yang dilakukan RI berasal dari Australia. Asnawi mengemukakan harga sapi bakalan telah menyentuh US$3,6 per kilogram bobot hidup dan harga per Januari-Februari 2021 di kisaran US$3,9 per kilogram bobot hidup.

“Ini belum termasuk biaya bongkar muat pelabuhan dan biaya angkutan. Sejak Juli total kenaikan Rp13.000 per kilogram,” ujar Asnawi.

Kenaikan ini lantas berimbas ke rantai pasok lainnya. Asnawi mengatakan kenaikan harga daging di distributor telah mencapai Rp12.000 per kilogram, sehingga harga daging yang mulanya Rp115.000 per kilogram menjadi Rp125.000 sampai Rp127.000 per kilogram.

Akibat tingginya harga daging di distributor, banyak pedagang yang harus menjual dengan harga Rp130.000 per kilogram di tingkat pengecer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi dki jakarta harga daging Pemprov DKI
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top