Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pilkada 2024, Pengamat: Anies Tak Perlu Merasa Paling Dijegal

Direktur Eksekutif Indonesia Publik Institut (IPI) Karyono Wibowo mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para pendukungnya tidak perlu merasa paling dijegal oleh kebijakan Pilkada 2024.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan evaluasi PSBB tahap III di DKI, Kamis (4/6/2020)./Istimewa
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan evaluasi PSBB tahap III di DKI, Kamis (4/6/2020)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah pusat memutuskan tetap menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2024. Dengan demikian, pelaksanaan Pilkada DKI akan mundur dari 2022 menjadi 2024.

Keputusan itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, dimana pelaksanaannya dibarengi dengan Pemilihan Presiden dan Anggota Legislatif. Kepala daerah yang masa jabatannya habis pada 2022 dan 2023 akan diisi oleh Pejabat Kepala Daerah yang ditunjuk oleh Presiden.

Direktur Eksekutif Indonesia Publik Institut (IPI) Karyono Wibowo mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan para pendukungnya tidak perlu merasa paling dijegal oleh kebijakan tersebut. Pasalnya, aturan Pilkada serentak 2024 ditetapkan pada 2016.

"Ada yang membuat asumsi pelaksanaan pilkada 2024 untuk menjegal Anies. Itu tidak logis karena Anies belum menjadi Gubernur DKI pada 2016," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (4/2/2021).

Menurutnya, tarik-menarik soal waktu pelaksanaan pilkada berjalan cukup alot hingga menimbulkan polemik di ranah publik. Apalagi, ada yang berasumsi pelaksanaan Pilkada 2024 akan menentukan nasib sejumlah kepala daerah. Salah satunya Anies Baswedan yang diprediksi kembali maju sebagai incumbent dalam Pilkada DKI Jakarta .

Bukan itu saja, dia menilai ada kalangan yang mengaitkan lebih jauh ke dalam perhelatan Pilpres 2024. Pelaksanaan Pilkada 2024 bahkan dicurigai merupakan skenario untuk menyingkirkan Anies dari arena pertarungan Pilpres 2024.

"Premis ini menarik untuk dianalisis dan diuji relevansi, korelasi, dan signifikansinya. Menurut saya, ini baru semacam hipotesis umum yang masih membutuhkan pembuktian," jelasnya.

Dia menilai kesuksesan Anies untuk maju di Pilpres 2024 tidak serta-merta ditentukan oleh penyelenggaraan waktu Pilkada. Pasalnya, untuk lolos dan menang dalam kompetisi pilpres tidak sederhana. Mulai dari penentuan calon presiden, kampanye, hingga waktu pemungutan suara.

Meski demikian, Karyono mengaku Anies memang sudah menjadi tokoh yang diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Nama mantan Menteri Pendidikan tersebut selalu masuk dalam radar survei calon presiden.

"Dengan modal politik saat ini, Anies tidak terlalu sulit untuk tetap tampil di depan publik. Belum lagi para pendukungnya tentu tidak akan tinggal diam. Kuncinya adalah seberapa kuat elektabilitas Anies," imbuhnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper