Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kadis SDA: Pemprov DKI Siapkan Rp1 Triliun Bebaskan Lahan Kali

Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga melontarkan kritik atas penanganan bantaran kali. Banjir yang terjadi dinilai menunjukkan kegagalan penataan bantaran kali.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  15:50 WIB
Yusmada Faizal menyampaikan keterangan kepada wartawan, Selasa (23/2/2021),usai dirinya dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air yang baru menggantikan Juaini, kini Wakil Wali Kota Jakarta Utara. - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Yusmada Faizal menyampaikan keterangan kepada wartawan, Selasa (23/2/2021),usai dirinya dilantik sebagai Kepala Dinas Sumber Daya Air yang baru menggantikan Juaini, kini Wakil Wali Kota Jakarta Utara. - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Dinas Sumber Daya Air Yusmada Faizal mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan total anggaran Rp1 triliun untuk pembebasan lahan lima sungai atau kali dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daearh 2021.

Hal itu diungkapkan Yusmada seusai dilantik sebagai Kepala Dinas SDA yang baru menggantikan Juaini, kini  Wakil Wali Kota Jakarta Utara.

“Tahun ini akan ada anggaran sekitar Rp1 triliun untuk membebaskan kali-kali itu dengan waduk-waduk,” kata Yusmada di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Kelima kali itu meliputi Pesanggrahan, Angke, Sunter, Ciliwung dan Jati Kramat.

Menurut Yusmada pihak Dinas SDA telah membebaskan lahan senilai Rp340 miliar untuk sebagian Kali Ciliwung dan Sunter pada tahun lalu.

“Sudah jalan tahun lalu, kita sudah melaksanakan, datanya saya ini dulu ada Rp340 miliar yang sudah kita selesaikan di Ciliwung dan Sunter,” kata dia.

Sebelumnya, Pakar Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga melontarkan kritik atas penanganan bantaran kali.

Nirwono berpendapat bahwa banjir akhir pekan kemarin menunjukkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak dapat menyelesaikan tugasnya membenahi bantaran sungai yang membentang di Ibu Kota.

Menurut Nirwono bangunan yang terletak di pinggir badan sungai atau lahan resapan membuat kapasitas penampungan air menjadi tiris.

Contohnya, ujar dia, kawasan elite di Kemang, Jakarta Selatan, yang turut dilanda banjir saat itu.

“Tidak hanya Kemang Village atau Lippo, tetapi seluruh bangunan yang menempel dan mempersempit badan Kali Krukut, serta bangunan yang dibangun di daerah cekungan Kemang,” kata Nirwono melalui pesan tertulis, Selasa (23/2/2021).

Sementara itu, berdasarkan catatan Pansus Banjir DPRD DKI, kapasitas sungai saat ini hanya mencapai 950 meter kubik per detik.

Adapun, kapasitas yang direncanakan sebesar 2.357 meter kubik per detik. Padahal, intensitas banjir setiap tahun berada di kisaran 2.100 hingga 2.650 meter kubik per detik.

Sejauh ini, pemerintah sudah melakukan pembenahan di Kali Ciliwung sepanjang 16 kilometer dari target awal 33 kilometer.

“Sementara untuk Sungai Pesanggrahan, Angke, Sunter baru tahap pembebasan lahan sebesar 20 hingga 30 persen,” kata Nirwono.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta Pemprov DKI bantaran sungai
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top