Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wagub DKI: Masalah Air Bersih di Penjaringan Jakut Beres dalam Waktu Dekat

Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut permasalahan air bersih yang terjadi di beberapa rukun tetangga (RT) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, akan diselesaikan
Pekerja mengisi air bersih ke dalam jerigen untuk dijual di Muara Angke, Jakarta./Antara
Pekerja mengisi air bersih ke dalam jerigen untuk dijual di Muara Angke, Jakarta./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut permasalahan air bersih yang terjadi di beberapa rukun tetangga (RT) di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, akan diselesaikan oleh pemprov dalam waktu dekat.

Riza mengatakan, saat ini tim dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya sudah diarahkan untuk melakukan perbaikan di sejumlah RT di Penjaringan di kawasan utara Ibu Kota DKI Jakarta yang bermasalah dengan ketersediaan air bersih.

"Memang, kita punya masalah di Jakarta Utara sebagai kawasan yang lebih rendah, karena dekat dengan laut. Di situ sulit mendapatkan air bersih dari air tanah, maka kami sediakan air bersih melalui PAM," kata Riza kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Upaya tersebut merupakan lanjutan dari nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Pemprov DKI, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

MoU yang disepakati merupakan upaya pemerintah dalam membangun sinergi dan dukungan terhadap  penyelenggaraan sistem penyediaan air minum di Ibu Kota.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun perencanaan bersama yang menyinergikan proyek inisiatif Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan dituangkan dalam Nota Kesepakatan yang mencakup rincian program, jangka waktu, serta skema pembiayaan yang tepat.

Untuk diketahui, saat ini kondisi layanan air minum perpipaan DKI Jakarta baru mampu memenuhi cakupan layanan seluas 64 persen, dan menyuplai 20.725 liter per detik air untuk 908.324 sambungan pelanggan.

Akibatnya, masyarakat yang tidak memiliki akses air minum perpipaan cenderung menggunakan air tanah secara terus menerus, sehingga menjadi penyebab penurunan muka tanah secara cepat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper