Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 DKI Melonjak! BOR Naik 45 Persen, ICU 14 Persen, Isolasi 45 Persen

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta saat ini mencapai 45 persen akibat lonjakan kasus Covid-19.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  11:41 WIB
RSUD Tarakan. - Istimewa
RSUD Tarakan. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta saat ini mencapai 45 persen pada Kamis (27/1/2022), akibat lonjakan kasus Covid-19.

"Untuk keterisian ICU itu 14 persen, keterisian isolasi itu 45 persen," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (27/1/2022).

Menurut Dwi, BOR masih dalam kategori aman hingga angka 60-70 persen. Jika melebihi batas itu, kata dia, perlu langkah khusus menambah tempat tidur isolasi.

"Tapi tetap kita lihat dan kalau memang jumlah tempat tidur Covid-19 perlu ditambah, maka kita tambah tentu dengan melakukan penyesuaian rumah sakit-nya, kemudian pengaturan area RS untuk full Covid-19 dengan yang campur, walau area perawatannya beda. Kita lihat semua aspek," ujarnya.

Adapun, penambahan kasus harian Covid-19 Jakarta mencapai 4.149. Pelaku perjalanan luar negeri mencapai 229 (5,5 persen) dan pelaku non-PPLN mencapai 3.290 kasus (94,5 persen). Selain itu, kasus varian Omicron DKI saat ini mencapai 2.404. 

Dilansir dari akun Instagram Jakarta Smart City, dari 2.404 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 1.095 lainnya adalah transmisi lokal.

Naik Signifikan

Jika dibandingkan pada 9 Januari 2022, kenaikan BOR di Jakarta cukup signifikan. Saat itu, berdasarkan data Dinkes DKI Jakarta, tingkat keterisian tempat tidur isolasi hanya mencapai 9 persen, dan tingkat keterisian ICU 5 persen.

Selain itu, persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta melonjak menjadi 9,4 persen, sedangkan persentase kasus positif (positivity rate) secara total sebesar 10,8 persen.

WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Kendati mengalami lonjakan, Dwi mengklaim saat ini kondisi fasilitas rumah sakit masih aman dan memadai. Dia menyatakan, tingkat keterisian itu masih cukup bisa dikendalikan.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menuturkan, pihaknya menerima laporan bahwa warga Jakarta mulai kesulitan mencari rumah sakit akibat merebaknya Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan data pada Rabu (26/1/2022), BOR di sejumlah rumah sakit di Jakarta mencapai 45 persen.

“KSP sudah mulai menerima laporan warga yang kesulitan mencari rumah sakit, kata Abraham, dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Adapun secara nasional, jumlah kasus Covid-19 bertambah 8.077 kasus pada Kamis (27/1/2022), sehingga total menjadi 4.309.270. Pasien sembuh bertambah 1.643, meninggal 7.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan bahwa tingkat hospitalisasi dan keparahan dari infeksi Covid-19 varian Omicron lebih ringan dibandingkan dengan Delta.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan jumlah rumah sakit yang merawat pasien Omicron cenderung menurun selama periode 14 - 26 Januari 2022 dari 212 menjadi 86 orang. Paling tinggi, jumlah pasien Omicron di RS selama periode itu 217 orang. 

"[Tren] ini memperkuat hipotesa kami bahwa Omicron lebih ringan dibandingkan dengan Delta," kata Budi dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan pada Kamis (27/1/2022).

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top